Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Perang China Vs Taiwan Bisa Memicu Perang Dunia Usai Militer AS Ikut Terlibat Konflik Dua Negara Itu

Konflik China vs Taiwan bisa memicu perang besar, pakar sebut keterlibatan Amerika turut menguatkan perang bisa terjadi

Editor: Andreas Eko Prasetyo
China Daily
Foto Pasukan Militer China. 

TRIBUNJAMBI.COM - Perang besar seperti perang dunia, bisa saja pecah lewat konflik antara China Vs Taiwan yang saat ini keduanya tengah berseteru. 

Hal itu disampaikan oleh pakar China soal skenario yang dapat memicu perang dengan China.

Bahkan sang pakar memperingatkan bahwa Taiwan dapat terbukti menjadi sangat penting untuk memulai konflik besar baru.

Melansir Express.co.uk, Minggu (20/6/2021), Zhouchen Mao, seorang Analis Asia-Pasifik untuk AKE International, kelompok konsultasi risiko dan keamanan global dan pakar Kebijakan Luar Negeri China di SOAS University London, menjelaskan bahwa keadaan yang perlu terjadi jika China ingin melancarkan invasi ke Taiwan.

Pasukan militer China (PLA) telah meningkatkan kesiapan tempurnya sejak 2012 sejak Xi Jinping menjabat tahun 2012.
Pasukan militer China (PLA) telah meningkatkan kesiapan tempurnya sejak 2012 sejak Xi Jinping menjabat tahun 2012. (Xinhua)

Komentarnya itu muncul kala spekulasi yang berkembang oleh aktor internasional tentang kemungkinan invasi China ke Taiwan.

Tetapi Mao turut bersikeras bahwa harus ada perubahan yang penting dalam lanskap politik untuk membalikkan keadaan.

“Ada beberapa garis merah yang ditarik China untuk mencegah potensi konflik di selat Taiwan," ujar dia.

“Salah satunya adalah, jika DPP Taiwan memutuskan untuk mengadakan referendum.”

Partai Progresif Demokratik (DPP) merupakan partai nasionalis Taiwan yang saat ini menjadi partai mayoritas di Taiwan.

Partai itu telah lama berkampanye tentang tujuan sosial utama dan hak asasi manusia yang lebih baik dan dengan demikian berusaha untuk melepaskan diri dari pengaruh dan kontrol Beijing.

Kekhawatiran ini muncul di China pada Januari 2020 setelah Taiwan memilih Presiden saat ini Tsai-ing Wen untuk masa jabatan presiden kedua.

Wen yang menolak bentuk pemerintahan 'satu negara, dua sistem' yang diinginkan China yang digunakan di Makau dan Hong Kong, yang akan membuat Taiwan diselimuti oleh China tetapi mengizinkannya untuk memiliki sistem ekonomi dan administrasinya sendiri.

Baca juga: KALA China yang Geram dengan G7 dan NATO Gegara Bantu Taiwan, Joe Biden Malah Ingin Temui Xi Jinping

Baca juga: China Buat Penelitian Mengerikan, Tikus Jantan Dibuat Bisa Hamil dan Melahirkan

Baca juga: Taiwan Bisa Dalam Bahaya Usai Sekutu AS Berbondong-bondong Ingin Membantu, Sebut China Bisa Murka

Dia mengancam akan mengadakan referendum tentang masalah ini dan mendapat dukungan besar dari pemilih muda yang mendukung Taiwan yang independen, yang merupakan kekhawatiran tambahan bagi orang China yang melihat ke masa depan.

"Saya pikir itu adalah satu baris di mana kemungkinan besar akan menghasilkan reaksi, reaksi keras dari Beijing - jika referendum itu diumumkan," ujar Mao memperingatkan.

Pakar China itu juga menjelaskan bahwa isu kunci lainnya adalah keterlibatan Amerika Serikat di kawasan.

Militer Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat (kolase/tribunjambi.com)
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved