Breaking News:

Berita Internasional

Taiwan Bisa Dalam Bahaya Usai Sekutu AS Berbondong-bondong Ingin Membantu, Sebut China Bisa Murka

Taiwan serasa di atas angin usai 7 negara besar yang tergabung di G7 mendukungnya dan mengecam China atas aksi-aksinya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribun Jambi
Ilustrasi China bisa murka dengan dukungan negara-negara G7 kepada Taiwan 

TRIBUNJAMBI.COM - Taiwan serasa di atas angin usai 7 negara besar yang tergabung di G7 mendukungnya dan mengecam China atas aksi-aksinya.

Namun dengan adanya dukungan dari 7 negara besar, seperti Amerika Serikat, jepang, Prancis, Jerman dan Italia itu disebut dapat membahayakan Taiwan sendiri.

Pernyataan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Taiwan itu telah meningkatkan pentingnya Taiwan dalam mengamankan keanggotaan dari G7 sendiri.

Sehingga hal ini bisa menyulut emosi China.

Presiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019).
Presiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019). (SCMP / XINHUA)

Melansir dari South China Morning Post, Sabtu (19/6/2021), analis juga mengungkapkan bahwa peningkatan perhatian juga kemungkinan akan mengancam keamanan dan dapat mempengaruhi hubungan Taipei dengan negara-negara regional.

Analis juga menambahkan bahwa negara-negara Asia Tenggara kemungkinan akan tetap berada di sela-sela (netral) agar tidak memperumit hubungan dengan China.

Dalam pernyataan bersama di akhir pertemuan tiga hari mereka akhir pekan lalu, para pemimpin negara-negara G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat mengkritik China atas perlakuannya terhadap Muslim Uygur.

Mereka juga turut mengkritik China atas sikap kepada kelompok minoritas dan tindakan kerasnya terhadap aktivis pro-demokrasi di Hong Kong.

G7 juga tak lupa telah menggarisbawahi pentingnya “perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan”.

Kedutaan Besar China di London juga mengatakan dengan tegas menentang penyebutan Xinjiang, Hong Kong dan Taiwan, yang dikatakannya memutarbalikkan fakta dan mengungkap "niat jahat dari beberapa negara".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved