Sosok Ebrahim Raisi, Presiden Baru Iran yang Buat Israel Bereaksi Keras, Dikenal Sebagai Algojo
Israel bereaksi keras setelah Rakyat Republik Islam Iran sudah memilih Ebrahim Raisi sebagai presiden.
Sementara jumlah pasti orang mati tidak diketahui, diperkirakan bahwa setidaknya beberapa ribu dan mungkin lebih dari 30.000 orang dihukum mati, digantung oleh derek konstruksi dalam 10 kelompok.
Raisi dikenal sebagai "algojo" atas eksekusi tersebut karena keterlibatannya dalam "Komisi Kematian 1988."
Baik Goudarzi dan Royaee mengatakan penunjukan Raisi dimaksudkan untuk mengirim pesan ke penduduk Iran.
Yakni bahwa perbedaan pendapat tidak akan lagi ditoleransi, menyusul serangkaian protes besar dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika sanksi lama dan baru dari AS menghantam Iran, perdagangan mengering dan perusahaan asing angkat kaki.
Kelesuan ekonomi yang mendalam yang telah memicu peningkatan inflasi, kehilangan pekerjaan, dan krisis yang diperdalam oleh pandemi Covid-19.
Ekonomi yang menukik tajam dan harga yang melonjak memicu serangan berulang dari kerusuhan sosial, yang dipadamkan oleh pasukan keamanan.
“Raisi dibawa ke tampuk kekuasaan untuk membantai orang-orang ini,” kata Goudarzi melansir Daily Mail. Menurut pendapat saya Raisi adalah pembunuh anak-anak Iran, dia adalah seorang kriminal.
“Jadi pesan untuk orang-orang di negara saya adalah penahanan, penyiksaan, dan eksekusi. Pesan untuk seluruh dunia adalah penyebaran dan ekspor terorisme. Tidak ada pesan lain.”
Sementara itu Royaee berkata: “Dia (Raisi) tidak memiliki rasa kemanusiaan, dia sangat kejam terhadap para tahanan. Kebencian yang dipenuhinya terhadap para tahanan - saya telah melihat sangat sedikit orang seperti itu.”
"Ini tidak dapat ditoleransi bagi saya, bagi keluarga para korban dan bagi bangsa Iran untuk membayangkan orang seperti itu menjadi presiden. Tempatnya di pengadilan, di kursi terdakwa."
Israel Peringatkan Masyarakat Internasional
Setelah Ebrahim Raisi terpilih jadi presiden Iran, Israel langsung bereaksi.
Israel memperingatkan masyarakat internasional untuk harus hati-hati dengan Ebrahim Raisi.
Ebrahim Raisi karena dianggap berkomitmen kuat pada program nuklir.
Terpilihnya Raisi "menjelaskan niat jahat Iran yang sebenarnya, dan seharusnya masyarakat internasional meningkatkan keprihatinan serius", tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat dalam Twitter, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (19/6/2021).
Iran telah "memilih presiden yang paling ekstrem hingga saat ini", kata Haiat setelah pemilihan usai di Iran pada Jumat (18/6/2021).
Raisi disebutkan "berkomitmen pada program nuklir militer Iran yang berkembang pesat". (Aldi Ponge/tribun Manado/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Ebrahim Raisi, Presiden Terpilih Iran, Ulama Garis Keras dan Algojo Massal, Israel Bereaksi Keras.