Breaking News:

Berita Tanjabbar

Lima Halte Sungai di Tanjabbar Rusak Berat, Dinas Perhubungan Sebut Estimasi Perbaikan Rp 500 Juta

Diterangkan saat ini halte sungai masih bisa digunakan secara darurat dengan membuat jembatan papan penyambung dari jembatan penghubung sepanjang empa

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Salah satu halte sungai di Tanjabbar yang masuk kategori rusak berat. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Sebanyak 5 halte sungai di Kabupaten Tanjabbar mengalami rusak berat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabbar, Syamsul Juhari.

Ia menyebutkan bahwa total di Kabupaten Tanjabbar terdapat 17 halte sungai.

Lima halte di antaranya menjadi perhatian khusus untuk di lakukan perbaikan.

Hal ini karena halte sungai menjadi penghubung dari kegiatan masyarakat dalam beraktivitas.

"Kedepan akan diajukan dana perawatan atau perbaikan halte sungai yang ada di Kabupaten Tanjabbar yang kondisinya sudah rusak berat melalui dana APBD Kabupaten Tanjab Barat," katanya belum lama ini.

"Total di Tanjabbar ada 17 jembatan, itu ada lima yang memang jadi perhatian kita karena masuk kategori rusak berat," tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Syamsul bahwa estimasi dana perbaikan 5 halte sungai tersebut sekitar Rp500 juta.

Satu diantaranya jembatan yang butuh perbaikan disebutkan oleh Syamsul yaitu halte Sungai Desa Serindit, Kecamatan Pengabuan.

"Satu diantara Halte yang rusak itu Halte Desa Serindit itu dibangun Tahun 2017 melalui dana APBN Kemenhub RI. Kita tinjau memang kondisinya halte lepas dari rel ponton akibat tiang ponton bergeser ke arah sungai,"tambahnya.

"Tiang penyanggah atap ponton sungai sudah sebagian rusak atau lepas saat ini dibantu menggunakan tiang kayu sebagai penyanggah agar tidak roboh,"ungkapnya.

Diterangkan saat ini halte sungai masih bisa digunakan secara darurat dengan membuat jembatan papan penyambung dari jembatan penghubung sepanjang empat meter. Namun, pihaknya akan tetap menganggarkan untuk perbaikan.

"Estimasi total anggaran yang diperlukan untuk perbaikan atau perawatan kerusakan tersebut sebesar Rp 21 juta," pungkasnya.

Baca juga: Gaduh Jokowi Tiga Periode, Denny Siregar Justru Blak-blakan Menolak, Arief Poyuono Jawab Begini

Baca juga: Walikota Jambi Keluarkan Instruksi Tutup Area Publik, Tugu Keris Siginjai Terlihat Sepi Pedagang

Baca juga: Dinkes Provinsi Jambi Masih Tunggu Hasil Penelitian Pasien yang Dicurigai Terpapar Virus Delta

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved