Breaking News:

Konflik di Hutan Restorasi

Oknum Pembuka Lahan Hutan Secara Ilegal Sandera SAD Batin Sembilan dan Staf PT REKI

Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga RT 36 Dusun Kunangan Jaya 2 Desa Bungku, Batang Hari yang bermukim

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Istockphoto/ Nito100
Ilustrasi disandera 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga RT 36 Dusun Kunangan Jaya 2 Desa Bungku, Batang Hari yang bermukim di kawasan konsesi PT Restorasi Ekosistem Indonesia-Hutan Harapan, membakar pos pengamanan Simpang Macan, Sungai Kandang, dan 51 serta menyandera dua staf Hutan Harapan pada 16 Juni 2021.

Satu di antaranya adalah warga suku anak dalam Batin Sembilan.

Berdasarkan rilis dari PT Restorasi Ekosistem Indonesia-Hutan Harapan, ini kronologi yang dipaparkan Manager Perlindungan Hutan (Linhut) TP Damanik, pada 28 Mei 2021 sekitar 30 orang warga RT 36 memasukkan alat berat (grader) ke areal Hutan Harapan Simpang Macan Dalam secara paksa dengan merusak portal pos Simpang Macan.

Tim pengamanan Hutan Harapan segera meminta warga RT 36 untuk mengeluarkan alat berat tersebut, karena tidak ada izin penggunaan alat berat dalam kawasan hutan.

Baca juga: Kekejaman Junta Militer Myanmar Terkuak Usai Satelit NASA Rekam Sebuah Desa Luluh Lantak Dibakar

Baca juga: LINK NONTON Kroasia Vs Republik Ceska, Eks Bek Liverpool Bakal Tampil Selepas Dibekap Cedera

Baca juga: TikTok Buka Kelas Untuk Para Kreator Yang Ingin Membuat Konten Kreatif dan Edukatif

Warga RT 36 yang diketuai Kiat Aripin mengirimkan berita acara kepada manajemen bahwa mereka akan tetap membawa masuk alat berat dengan atau tanpan izin manajemen Hutan Harapan.

Mereka berdalih penggunaan alat berat tersebut untuk perbaikan jalan poros RT 36.

Manajemen Hutan Harapan terlebih dahulu membuka ruang dialog, yakni dengan mengundang lima perwakilan warga RT 36 untuk duduk bersama di basecamp Hutan Harapan terkait penggunaan alat berat tanpa izin.

Akan tetapi, warga menolak dan meneruskan aktivitas ilegal tersebut. Manajemen Hutan Harapan mengajukan permohonan penertiban terkait izin penggunaan alaat berat di kawasan hutan kepada Dinas Kehutanan (Dishut) Jambi dan Gakkum KLHK (SPORC).

Upaya persuasif dilakukan oleh Dishut Jambi dengan mengirimkan tim Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Batang Hari.

Dialog langsung antara Tim KPHP dan Ketua RT 36 bersama perwakilan masyarakat RT 36 tidak membuahkan kesepakatan apa pun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved