Berita Internasional

GERAM Disudutkan oleh NATO, China Tantang dan Sebut Negara G7 Para Pemanipulasi Politik Dunia

Di sana, negara lain turut mendesak China agar memberikan kebebasan fundamental di Laut China Selatan.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
China Daily
Foto Pasukan Militer China. 

TRIBUNJAMBI.COM - China akhirnya buka suara setelah 7 negara besar yang tergabung di G7 mendukung Taiwan dan negara Asia Tenggara yang bersinggungan di wilayah Laut China Selatan.

Negeri Panda itu menyatakan bila negara-negara G7 merupakan manipulator politik dunia.

Bahkan hal ini dilontarkan langsung oleh Beijing saat pertemuan tiga hari anggota G7.

Di sana, negara lain turut mendesak China agar memberikan kebebasan fundamental di Laut China Selatan.

Presiden China, Xi Jinping
Presiden China, Xi Jinping (Kolase/Tribun Jambi)

Juga G7 yang mendesak agar China segera memberikan kebebasan HAM kepada muslim Uighur.

Tanpa pandang bulu lagi, China kemudian langsung menolak semua tuduhan itu.

"Berhenti memfitnah China, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China, dan berhenti merugikan kepentingan China," bunyi pernyataan Beijing seperti dikutip Sosok.ID dari Kontan, Rabu 15 Juni 2021.

Tapi G7 juga tidak peduli, mereka juga tetap meminta China agar menghormati muslim Uighur.

Baca juga: Armada Laut China yang Makin Kuat dengan Hadirnya Nanning, Kapal Perusak Baru dengan Peluru Kendali

Baca juga: Armada Perang AS Naikkan Tensi Laut China Selatan, Kapal Induk dan Rombongan Hadir Dalam Misi Rutin

Baca juga: Taiwan Bisa Bernapas Lega Usai Didukung 7 Negara Besar G7 Agar Terbebas dari Belenggu China

Inggris yang juga menjadi salah satu anggota G7 turut menekan agar Hong Kong tetap menjadi daerah otonomi khusus tanpa pengaruh dari Beijing.

Bukan cuma itu, G7 juga secara blak-blakan mendukung Taiwan merdeka, lepas dari cengekraman China.

NATO yang menjadi benteng G7 pun menjelaskan bila Beijing tak akan pernah sama dengan tujuan mereka.

"Kami tahu bahwa China tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan kami... kami perlu menanggapi bersama sebagai aliansi," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

(Seto Aji/Sosok.ID)

Baca juga: Wali Kota Fasha Pimpin Misi Kemanusiaan Kota Jambi Peduli, Rp.677.000.000 untuk Mendahara Tengah

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 3,8 SR Melanda Batanghari, BPBD Telusuri Lokasi Pasti Terdampak Gempa

Baca juga: VIDEO Kamar Warga Binaan Lapas Perempuan Muarojambi Digeledah

Berita lainnya seputar China

SUMBER: SOSOK.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved