Tips Kesehatan

Risiko Serangan Jantung pada Atlet, Kemungkinan Cedera Jantung Sub-klinis Selama Pertandingan

Banyak dari atlet yang terlatih mungkin mengalami cedera jantung sub-klinis selama pertandingan. Hal inilah yang bisa memicu kematian pada sel otot

Editor: Nurlailis
Shutterstock
Serangan jantung pada atlet 

Tribunjambi.com - Simak risiko serangan jantung yang terjadi pada atlet

Menurut para peneliti, banyak dari atlet yang terlatih mungkin mengalami cedera jantung sub-klinis selama pertandingan.

Hal inilah yang bisa memicu kematian pada sel otot jantung. Belum diketahui apa yang memicu kematian pada sel otot jantung.

Namun, peneliti menduga bahwa tingkat adrenalin/noradrenalin yang meningkat selama pertandingan yang berkepanjangan bisa memicu penyempitan arteri koroner, yang mengakibatkan kematian sel lokal di dalam jantung.

Adrenalin dan noradrenalin – juga dikenal sebagai epinefrin dan norepinefrin – adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap situasi stres.

Kematian sel jantung selama olahraga berat bisa memicu seragan jantung meskipun fungsi jantung atlet bekerja dengan baik.

Baca juga: Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke, Nyeri Dada Menjalar ke Lengan Kiri untuk Serangan Jantung

Selain itu, enzim troponin I yang menjadi prediktor gangguan janung seringkali tidak terdeteksi pada serum darah orang sehat.

Namun, enzim tersebut biasanya ditemukan pada mereka yang menderita infark miokard (serangan jantung), gagal jantung kongestif, atau miokarditis (radang otot jantung).

Untuk menghindari hal itu, American Heart Association merekomendasikan agar atlet menjalani pemeriksaan fisik dan EKG.

EKG dapat mengidentifikasi penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya pada remaja yang memiliki riwayat keluarga dengan kematian jantung dini.

Ketika terjadi insiden tersebut, para pelatih juga harus memiliki pegetahuan tentang CPR.

Melakukan CPR dapat membuat perbedaan besar dalam tingkat kelangsungan hidup di antara mereka yang mengalami kejadian jantung.

Jadi jangan mengira bahwa seorang atlet akan terbebas dari berbagai penyakit.

Baca juga: Manfaat Air Kelapa yang Dapat Mendukung Kesehatan Jantung dan Mencegah Batu Ginjal

Faktanya, ada juga atlet yang mengalami serangan jantung ketika bertanding.

Eric Larose ahli jantung di Quebec Heart and Lung Institute mengatakan, sebagian besar pria meninggal karena serangan jantung.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved