Breaking News:

Berita Tanjab Barat

Belasan CJH Tanjung Jabung Barat Mulai Minta Setoran ONH Mereka Dikembalikan

Lebih dari 15 Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengajukan pengembalian uang ongkos naik haji

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rahimin

Belasan CJH Tanjung Jabung Barat Mulai Minta Setoran ONH Dikembalikan 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Lebih dari 15 Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengajukan pengembalian uang ongkos naik haji (ONH) ke Kementerian Agama setempat.

Hal ini dilakukan setelah adanya keputusan dari Kementerian Agama terkait dengan pembatalan keberangkatan CJH di Indonesia. 

Hampir setiap hari rerata dua sampai tiga orang CJH datang ke Kemenag Tanjab Barat untuk melakukan pengajuan pengembalian uang.

Hal inilah diungkapkan oleh Kepala Kemenag Tanjab Barat, Hasbi saat dikonfirmasi. 

"Untuk penarikan dana untuk CJH hampir setiap hari itu ada. Minimal itu dua sampai tiga orang perhari, ya kami tinggal meneruskan kalo memang CJH meminta untuk di kembalikan uang nya," sebutnya.

Kata Hasbi, [ada 2020 lalu seharusnya CJH yang berangkat ada 318 orang sementara untuk 2021 saat ini ada 347 orang.

Adanya CJH yang melakukan permohonan untuk pengembalian maka otomatis CJH tersebut membatalkan kepergian untuk ke Tanah Suci. 

Selama ini CJH yang mengajukan permohonan adalah penarikan secara keseluruhan. Sementara terkait dengan nominal pengembalian setiap CJH itu berbeda-beda jumlahnya, tergantung dari biaya yang telah di setorkan. 

"Penarikan yang di terima itu tergantung dari setorannya. Setoran awal kan ada Rp25 juta, ada juga yang telah lakukan pelunasan. Jadi ya kalo mereka mau narik itu hak mereka. Yang selama ini penarikan secara keseluruhan jadi penarikan untuk pembatalan namanya," ungkapnya. 

"Intinya tetap kita melayani untuk CJH yang ingin melakukan penarikan. Karena itu hak mereka, dan alhamdulilah selama ini lancar," pungkasnya.

Cegah Penularan Covid-19, Anggota TNI di Tebo Semprotkan Disinfektan  ke Tempat-Tempat Perbelanjaan

25 Galian C di Kabupaten Sarolangun Masih Berstatus Ilegal, Perda Tata Ruang Jadi Kendala Perizinan

Muarojambi Masih Berstatus Zona Orange Penularan Covid-19, Ratusan Orang Masih Dirawat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved