Sahabat Rasulullah
Sosok Sahabat Nabi yang Berasal dari Palestina dan Hadir Dua Kali di Baiat Aqabah
Beliau adalah Ubadah bin Shamit. Ia hadir pada Baiat Aqabah pertama di Mekah begitu juga saat Baiat Aqabah kedua
Dikisahkan, bahwa keluarga Ubadah bin Shamit memiliki persekutuan lama dengan kaum Yahudi Bani Qainuqa di Madinah.
TRIBUNJAMBI.COM – Sosok sahabat Nabi ini memiliki tempat khusus bagi Rasulullah.
Beliau adalah Ubadah bin Shamit. Ia berasal dari Palestina dan dua kali mengikuti Baiat Aqabah.
Ubadah bin Shamit adalah salah satu dari kaum Anshar yang pernah dipuji oleh Rasulullah.
Ia hadir pada Baiat Aqabah pertama di Mekah begitu juga saat Baiat Aqabah kedua ketika kaum Anshar sebanyak 70 orang datang untuk membaiat Rasulullah saw.
Mengutip buku Biografi 60 Sahabat Rasulullah saw karya Khalid Muhammad Khalid, dikisahkan sikap Ubadah bin Shamit menjadi asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat surah Al Maidah 56.
Dikisahkan, bahwa keluarga Ubadah bin Shamit memiliki persekutuan lama dengan kaum Yahudi Bani Qainuqa di Madinah.
Sejak Nabi Muhammad dan sabahat nabi hijrah ke Madinah, orang-orang Yahudi berpura-pura tunduk. Mereka akhirnya berontak pada menjelang perang Uhud.
Di situlah Ubadah bin Shamit murka. Ia berlepas diri dari Yahudi Bani Qainuqa dan berujar, “Sesungguhnya aku bergabung dengan Allah dan Rasul-Nya dan kaum mukmin.”
Hingga akhirnya Allah menurunkan Al Maidah 56.
Itulah yang menjadi asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat.
“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” (QS Al Maidah 56).
Ubadah bin Shamit pernah menjadi hakim di Palestina.
Baca juga: Minta Salat Sebelum Disalib, Khubaib bin Adi Sahabat Nabi yang Burung pun Enggan Merusak Jasadnya
Baca juga: Berakhirnya Perang Jamal, Saat Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidilah Dipanggil oleh Ali bin Abi Thalib
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Zubair bin Awwam Satu dari 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga
Saat itu Palestina berada di bawah kekuasaan Muawiyah.
Adapun khalifah saat itu adalah Umar bin Khatab.
Ubadah bin Shamit, sahabat Nabi yang mulia ini akhirnya wafat pada tahun 34 Hijriah di Ramallah, Palestina.