Berita Internasional
128 Orang Tewas Dalam Kebakaran Apartemen, 200 Orang Masih Hilang
Kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po menelan sedikitnya 128 korban jiwa dan 200 hilang.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Api yang membakar kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po akhirnya berhasil dipadamkan pada Jumat (28/11/2025), setelah dua hari petugas pemadam kebakaran berjuang tanpa henti memadamkan kobaran yang bermula Rabu malam.
Kebakaran besar ini menelan sedikitnya 128 korban jiwa, menjadikannya salah satu tragedi paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade.
Sekitar 200 orang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Pemerintah menyebut angka korban kemungkinan masih akan bertambah karena proses pencarian belum selesai.
“Setidaknya 79 orang luka-luka,” ujar Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, dalam konferensi pers, dikutip dari CNN.
Ia menegaskan jumlah korban meninggal masih dapat meningkat seiring proses pencarian dan identifikasi.
Kantor berita AFP melaporkan bahwa api menjalar begitu cepat, membakar tujuh dari delapan menara hunian yang terdiri dari hampir 2.000 unit, dengan total penghuni lebih dari 4.000 orang.
Hingga malam ketiga pascatragedi, para korban selamat mengungsi di fasilitas darurat yang disediakan pemerintah lokal.
Aneka foto keluarga terpampang di tembok pusat evakuasi, sebagai upaya warga menemukan kerabat yang belum diketahui keberadaannya.
“Yang paling menakutkan bukan apinya, tapi ketidakpastian menunggu kabar,” ujar Mei, perempuan lansia yang kehilangan kontak dengan dua cucunya sejak kejadian.
Insiden Terburuk Setelah 1948
Kebakaran ini menjadi kejatuhan besar bagi reputasi Hong Kong sebagai kota dengan standar keamanan bangunan tertinggi di dunia.
Terakhir kali Hong Kong mengalami jumlah korban jiwa besar akibat kebakaran adalah ledakan pada tahun 1948 yang menewaskan 135 orang.
Selama puluhan tahun, kebijakan yang ketat dalam sektor konstruksi dan keselamatan publik membuat bencana dengan skala seperti ini jarang terjadi.
Penyebab Diduga Terkait Proyek Renovasi dan Material Mudah Terbakar
| Donald Trump Sebut China dan India 'Lubang Neraka', Unggahan Picu Kecaman Global |
|
|---|
| Presiden Macron Kecam Hizbullah: Tentara Prancis dan TNI Gugur di Lebanon |
|
|---|
| Teror Bom Sasar Rumah Saudara Paus Leo XIV di Chicago Usai Konflik dengan Trump |
|
|---|
| Presiden AS Donald Trump Terancam Lengser, 50 Anggota Parlemen Setuju RUU Komisi Khusus |
|
|---|
| 50 Anggota Parlemen AS Ajukan RUU Copot Donald Trump, Reaksi Gedung Putih? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ilustrasi-kebakaran-terbakar-25122024.jpg)