Sahabat Rasulullah
Berakhirnya Perang Jamal, Saat Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidilah Dipanggil oleh Ali bin Abi Thalib
Akhirnya Zubair dan Thalhah bin Ubaidilah mengundurkan diri untuk terlibat dalam perang saudara tersebut.
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Akhirnya Zubair dan Thalhah bin Ubaidilah mengundurkan diri untuk terlibat dalam perang saudara tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Terbunuhnya sahabat Nabi yang juga khalifah, yaitu Utsman bin Affan menimbulkan perselisihan di kalangan umat Islam.
Thalhah bin Ubaidilah termasuk sahabat Nabi yang selamat atas fitnah itu.
Saat Utsman terbunuh ada kelompok yang ingin menuntut balas.
Setelah sahabat Utsman, Ali bin Abi Thalib dibaiat menjadi khalifah.
Alhasil, terjadilah perang Jamal antara mereka yang menuntut balas atas darah Utsman dan mereka yang mendukung sahabat Ali bin Abin Thalib.
Khalid Muhammad Khalid menulis; Ali sendiri setiap kali memikirkan situasi sulit yang harus dilalui oleh Islam dan kaum Muslimin dalam perselisihan sengit itu maka ia sangat bersedih. Air matanya berlinang dan menangis tersedu-sedu.
Sungguh ia telah terseret ke dalam dilema yang sulit.
Sebagai khalifah kaum Muslimin, ia tidak bisa dan tidak berhak untuk menoleransi setiap pembangkangan terhadap negara atau perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan yang sah.
Ketika ia bangkit untuk menekan pembangkangan semacam ini, ia harus berhadapan dengan para saudara, kawan, sahabat, serta pengikut Rasulullah dan agamanya.
Mereka-mereka itulah yang selama itu berperang bersama dirinya menghadapi pasukan musyrik dan di bawah bendera tauhid.
Bersama mereka pula dirinya terjun ke medan perang yang telah mendidik dan mengasah
Air mata Ali kian bercucuran ketika melihat Ummul Mukminin Aisyah ta di dalam sekedup memimpin pasukan yang kini keluar untuk menyerang dirinya.
Demikian juga saat ia melihat Thalhah dan Zubair, para pengikut setia Rasulullah saw berada di tengah-tengah pasukan.
Hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib mengundang Thalhah dan Zubair untuk mendatangi dirinya.