Breaking News:

Berita Merangin

Butuh Rp 800 Juta, Tiga Titik Gorong-gorong di Merangin akan Diperbaiki Gunakan Dana Tanggap Darurat

Dia menyampaikan dalam waktu dekat akan segera diperbaiki menggunakan dana tanggap darurat

Tribunjambi/Darwin sijabat
Box Culvert di Desa Meranti, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin terbawa arus sebabkan jalan ambles. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Perbaikan tiga titik jalan dan box culvert yang rusak akibat hujan membutuhkan anggaran sekitar Rp 800 juta yang akan menggunakan dana tanggap darurat BPBD Merangin. 

Saat dikonfirmasi mengenai jalan dan box culvert di Desa Meranti, Plt Kepala BPBD Merangin, Syafri menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata gorong gorong yang rusak tersebut.

Dia menyampaikan dalam waktu dekat akan segera diperbaiki menggunakan dana tanggap darurat. Sebab saat ini dalam pengajuan ke badan pengelola keuangan dan Aset Daerah dan menyusun perencanaan secara teknis ke PUPR.

"Sudah kami data, secara prosedur sesuai saran bupati kami akan mengajukan dana dengan dana tanggap darurat. Sekarang dalam proses," ujarnya. 

Waktu perealisasiannya, Syafri mengatakan masih dalam pengkajian aturan penggunaan dana tanggap darurat tersebut oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sementara untuk saat ini khusus bagi warga yang menggunakan jalan Desa Meranti itu diharapkan warga bersabar dan menggunakan jalan alternatif. 

Dia mengakui jika ukuran gorong gorong yang dibangun jaman perang itu tidak mampu menahan debit air yang deras dan membuatnya rusak.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Merangin, Aspan mengakui jika BPBD telah berkonsultasi tentang perbaikan jalan dan box culvert yang di Desa Meranti. 

Dia mengatakan pihaknya diminta untuk merancang perencanaan teknis perbaikan jalan tersebut. 

"Sekarang sedang dilakukan perencanaan teknisnya. Setelah selesai nanti akan kami sampaikan ke BPKAD," ujarnya di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).

Namun dia menegaskan, jika tidak terlaksana oleh BPBD menggunakan dana terduga tersebut pihaknya akan memprioritaskan di tahun 2022 mendatang.

"Andaikan sampai pembahasan APBD 2022 nanti tidak ditangani oleh mereka (BPBD), kita tetap maju. Itu menjadi skala prioritas PUPR, tidak mungkin kita biarkan seperti itu," tegasnya.

Sementara untuk gambaran biaya, Aspan mengatakan untuk tiga titik itu dibutuhkan sekitar Rp 800 juta. Sebesar Rp 500 juta untuk yang di Desa Meranti, Sekitar Rp 200 juta untuk perbaikan yang berada di Desa Rasau. Sedangkan untuk Desa Rasau dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 juta. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Pemodal Illegal Logging Hutan Jambi Kini Diburu, Polda Gandeng KLHK dan Polda Sumsel

Baca juga: Posko Korban Kebakaran di Sungai Jambat Tanjab Timur Jambi, 5 Rumah dan 3 Gedung Walet Terbakar

Terungkap Alasan Lea Ciarachel Terima Peran Jadi Istri Ketiga di Film Suara Hati Istri Indosiar

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved