Breaking News:

340 Paspor sudah Standby, Tahun Kedua Warga Merangin Batal Berangkat Haji

Sebanyak 340 warga Merangin tertunda dua kali untuk berangkat naik haji setelah diumumkan pemerintah pusat. Pemerintah Republik Indonesia

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Jamaah haji Jambi tahun 2019 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sebanyak 340 warga Merangin tertunda dua kali untuk berangkat naik haji setelah diumumkan pemerintah pusat. Pemerintah Republik Indonesia batal memberangkatkan calon jemaah haji dua tahun berturut turut sejak 2020 lalu.

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah untuk melaksanakan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," kata Yaqut Cholil Qooumas dalam konferensi virtual, Kamis (3/6).

Pembatalan itu membuat sebanyak 340 orang warga Merangin batal berangkat menuju tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Merangin, Marwan menyebutkan pihaknya telah mengetahui pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tersebut.

Seharusnya jika kuota CJH untuk Merangin sama seperti tahun sebelumnya pada tahun 2021, maka yang akan diberangkatkan jumlahnya sama. Jika kuota nya berkurang, maka akan diperhitungkan kembali.

Sehingga akibat pembatalan itu, CJH Merangin yang berjumlah sekitar 340 orang itu yang tertunda tahun sebelumnya juga batal berangkat untuk tahun 2021 ini.

"Rencana berangkat tahun ini yang ditunda tahun kemarin (2020 red) sekitar 340 orang," ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (4/6).

"Kalau tahun ini tidak ada keberangkatan haji maka semuanya tertunda lagi," ujarnya.

Dia mengakui, bahwa pihaknya telah melakukan persiapan untuk keberangkatan CJH tersebut jika tahun 2021 dibuka kloter Indonesia untuk berangkat haji.

Salah satu persiapan yang dilakukan tersebut dengan memperpanjang paspor CJH yang telah habis masa berlaku.

Meskipun belum ada kepastian, Marwan mengatakan bahwa semuanya telah diurus kembali dan sudah diserahkan ke Provinsi Jambi.

"Bagi mereka yang paspornya expired atau habis masa berlaku kita urus kembali. Semua jemaah sekitar 340 orang itu paspornya sudah standby," ungkapnya.

Sementara untuk manasik haji belum dilakukan, sebab belum mendapatkan informasi untuk keberangkatan haji. Sebab manasik haji itu dilakukan jika sudah mendapat informasi akan diberangkatkannya CJH tersebut.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved