Mahfud MD: Kalau Saya Jadi Presiden, Novel Baswedan Jaksa Agung

Nasib 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terancam diberhentikan setelah tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan terus jadi perhatian publik.

TRIBUNNEWS
Novel Baswedan 

Mahfud MD: Kalau Saya Jadi Presiden, Novel Baswedan Jaksa Agung

TRIBUNJAMBI.COM- Nasib 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terancam diberhentikan setelah tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terus jadi perhatian publik.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut jika kasus korupsi saat ini lebih gila dibanding masa Orde Baru.

Mahfud mengatakan jika ia menjadi presiden maka penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan diangjat jadi Jaksa Agung.

Mahfud mengaku pembicaraan itu terjadi ketika keduanya bertemu dan membicarakan isu pemberantasan korupsi.

"Pak Novel Baswedan sambil hormat bilang kalau pemimpin negara seperti bapak semua beres negara ini. Dia bilang begitu. Kalau saya jadi presiden, Anda (Novel) Jaksa Agung. Waktu itu saya bilang," kata Mahfud dalam diskusi dengan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) serta sejumlah pimpinan universitas di Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021) dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Jokowi Mau Tolong KPK Tapi Ditolak Partai dan DPR, Mahfud MD Sebut Banyak Koruptor Ketakutan

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Mahfud MD: Sekarang Korupsi Itu Lebih Gila dari Zaman Orde Baru

Baca juga: Kata LBH Jakarta Setelah Kabareskrim Tolak Laporan ICW Soal Dugaan Gratifikasi Ketua KPK

 

 

Mahfud menilai banyak pihak tidak menyukai Novel karena dianggap sebagai sosok yang politis.

Novel, sambung Mahfud, kerap dituding mengincar orang dan partai tertentu dalam penyidikan kasus korupsi.

"Tetapi banyak orang menganggap Novel Baswedan ini politis. Kalau orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya dibiarin. Ini kata orang ya. Sudah ada laporannya dibiarin, yang ditembak partai-partai ini aja, misalnya. Ada orang yang mengatakan begitu," tutur dia.

Mahfud menegaskan bahwa ia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan penyidik senior KPK itu.

"Jadi saya kenal baik dengan Pak Novel Baswedan, beberap kali ke rumah dan beberapa kali ke kantor saya dan saya juga nengok ketika diserang air keras. Saya nengok ke rumah sakit. Ketika orang banyak tidak nengok karena takut dan karena segan, saya tetap nengok," imbuhnya.

Menko Polhukam Mahfud MD.
Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww)

Adapun Novel Baswedan termasuk dari 51 pegawai yang tidak dinyatakan lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Tes itu menjadi polemik di KPK saat ini, karena hasilnya digunakan sebagai penentu alih fungsi status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada Selasa (25/5/2021) lalu menyebut bahwa mereka yang tak lolos akan diberhentikan dan tidak bisa lagi bergabung dengan KPK.

Pasalnya, ketentuan pegawai KPK menjadi ASN telah sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved