Berita Viral
Detik-detik Eks Polisi Anton Tewas, Mogok Makan Berhari-hari di Lapas
Mantan anggota kepolisian, Brigadir Anton Kurniawan, ditemukan meninggal dunia di ruang isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM – Mantan anggota kepolisian, Brigadir Anton Kurniawan, ditemukan meninggal dunia di ruang isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (31/5/2026) malam.
Kematian Anton terjadi beberapa waktu setelah upayanya melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan gagal. Dalam aksi tersebut, ia sempat menodongkan senjata api kepada petugas lapas sebelum akhirnya berhasil diamankan kembali.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, setelah insiden tersebut Anton mengalami tekanan psikologis dan memilih menolak makan selama beberapa hari.
Petugas jaga kemudian menemukan Anton dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 23.35 WIB di ruang isolasi tempat ia menjalani pengawasan khusus.
Kerabat keluarga, Sugi, mengatakan Anton sempat menghubungi keluarganya pada hari yang sama sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Sugi, komunikasi terakhir itu berlangsung pada pagi hari dan menjadi percakapan terakhir Anton dengan pihak keluarga.
“Pagi harinya dia masih sempat menghubungi keluarga,” ujar Sugi saat berada di RS Bhayangkara, Minggu malam.
Baca juga: Bakom Bela Arahan Prabowo Soal Bahasa Prancis: Syarat Negara Maju
Baca juga: Jadwal Jam Kerja ASN di Kota Jambi untuk 5 dan 6 Hari Kerja, Berlaku mulai 2 Juni 2026
Dalam percakapan tersebut, Anton menyampaikan pesan khusus terkait masa depan kedua anaknya.
Ia meminta agar anak-anaknya kelak dapat melanjutkan pendidikan di kampung halaman keluarga di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
“Kalau terjadi sesuatu dengan saya, tolong kedua anak saya disekolahkan di Wonosobo,” kata Sugi menirukan pesan yang disampaikan Anton kepada keluarga.
Pesan tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang ditinggalkan Anton sebelum kabar duka datang beberapa jam kemudian.
Sugi juga mengaku selama menjalani masa tahanan, Anton tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada keluarga.
Selain itu, keluarga juga tidak pernah menerima laporan adanya tindakan kekerasan yang dialami Anton selama berada di dalam lapas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Murdiana, menjelaskan bahwa pihak lapas telah memberikan seluruh kebutuhan dasar bagi Anton selama menjalani masa isolasi.
Menurutnya, petugas tetap menyediakan makanan dan minuman sesuai prosedur meskipun yang bersangkutan beberapa kali menolak untuk mengonsumsinya.
| Spekulasi Pengunduran Diri Presiden Iran Memanas, Ini Pernyataan Terbaru Pezeshkian |
|
|---|
| Rupiah Menguat Hari Ini, Purbaya Yakin Tren Positif Berlanjut hingga Dua Bulan ke Depan |
|
|---|
| Ekspresi Wajah Megawati Tolak Ajakan Prabowo Jalan Menuju Mimbar, Usai Upacara Gandengan Tangan |
|
|---|
| Pidato Prabowo Sentil Ketimpangan, Minta Semua Pihak Jujur Menilai Kondisi Ekonomi |
|
|---|
| Krisis Listrik Global: Blackout Hantam Sumatra, Jambi, Hingga Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Nekatnya-Istri-Polisi-Selundupkan-Senpi-ke-Lapas-Brigadir-Anton-Todongkan-Poistol-demi-Kabur.jpg)