Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

AS Bersiap Perang Lawan China dan Rusia, Joe Biden Minta Anggaran Pertahanan AS Ditambah

Nampaknya Amerika Serikat sudah bersiap menghadapi perlawan dari China dan Rusia bila perang dengan dua negara itu pecah.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
kolase/tribunjambi.com
Joe Biden inin tambah anggaran pertahanan Amerika Serikat 

TRIBUNJAMBI.COM - Nampaknya Amerika Serikat sudah bersiap menghadapi perlawan dari China dan Rusia bila perang dengan dua negara itu pecah.

Demi menyiapkan peperangan yang belum tahu bakal terjadi atau tidak, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun telah mengajukan rincian anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2022.

Anggaran mencapai US$ 715 miliar disisihkan khusus untuk Departemen Pertahanan (DOD).

Vladimir Putin ajukan pertanyaan ke Joe Biden
Vladimir Putin ajukan pertanyaan ke Joe Biden (Kolase/Tribunjambi.com)

Dilansir dari laman newsroom DOD alias Pentagon, lewat pemerintahan Biden-Harris pada Jumat (28/5) telah mengajukan permintaan anggaran tersebut kepada Kongres, total sebesar US$ 752,9 miliar untuk kebutuhan pertahanan nasional.

Pentagon juga menjelaskan, bahwa tingginya anggaran pertahanan tersebut bisa mencerminkan prioritas Presiden Biden untuk mengakhiri perang.

Berinvestasi dalam kemampuan mutakhir untuk keuntungan militer dan keamanan nasional kita di masa depan, dan merevitalisasi jaringan aliansi dan kemitraan Amerika yang tak tertandingi.

Dari total US$ 752,9 miliar yang dibutuhkan pertahanan nasional, sebanyak US$ 715 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk Pentagon.

Jumlah itu menandai kenaikan 1,6% dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 703,7 miliar.

Xi Jinping vs Joe Biden
Xi Jinping vs Joe Biden (Kolase/Tribunjambi.com)

Dalam laporan resminya, Pentagon juga dengan gamblang menyebutkan bahwa militer AS menghadapi tantangan substansial, yang berasal dari negara-negara seperti China dan Rusia.

Untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara, disiapkan pula investasi tambahan untuk bisa mengatasi persaingan strategis dengan China.

Sementara bagi Angkatan Darat, permintaan itu mencerminkan keputusan Biden untuk menarik semua pasukan AS dari Afghanistan sebelum awal tahun anggaran 2022.

Pentagon juga mencatat, ini merupakan pertama kalinya sejak 11 September 2001, mereka juga memasukkan biaya perang langsung dan operasi jangka panjang ke dalam permintaan anggaran dasar, bukan sebagai permintaan Operasi Kontingensi Luar Negeri (OCO) yang terpisah.

Baca juga: Presiden Amerika Serikat Joe Biden Bocorkan Rencana Perdamaian untuk Palestina dan Israel, Apa Itu?

Baca juga: China Koar-koar Sebut Kapal Perang AS Terobos Laut China Selatan, Ini Kata Prajurit Joe Biden

Baca juga: JOE BIDEN Bebaskan 3 Napi Tertua di Penjara, Usai Dikecam Karena Dukung Israel Serang Palestina

Sebaran anggaran pertahanan AS

Lebih dari US$ 5 miliar akan dihabiskan untuk Pacific Deterrence Initiative, yang dibuat untuk melawan China dan berfokus pada persaingan di Indo-Pasifik dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan AS di kawasan melalui pendanaan radar, satelit, dan sistem rudal.

Secara khusus, Pentagon juga berencana untuk meningkatkan investasi dalam rudal seperti Tomahawk buatan Raytheon Technologies (RTX.N) dan Standard Missile 6 untuk mencegah China.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved