Breaking News:

Petani Sawit Menanti Benefit Sertifikat ISPO

Semakin tingginya kebutuhan akan minyak sawit tersebut, membuat banyak petani yang beralih ke komoditi ini

Tribunjambi
Tengkulak sawit di Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebutuhan pada minyak kelapa sawit mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tak lagi hanya sebagai kebutuhan rumah tangga untuk dijadikan minyak goreng, tapi minyak kelapa sawit juga jadi bahan baku untuk produk lain seperti kosmetik hingga biodiesel.

Semakin tingginya kebutuhan akan minyak sawit tersebut, membuat banyak petani yang beralih ke komoditi ini. Bahkan banyak petani tanaman pangan yang telah alih fungsi menjadikan lahan pertaniannya sebagai kebun sawit. Demikian juga korporasi, makin banyak yang berinvestasi pada sektor perkebunan kelapa sawit.

Meski awalnya peluang bisnis perkebunan kelapa sawit cukup menjanjikan, keadaan tersebut justru membuat banyak petani yang kecewa. Hal ini karena harga sawit yang relatif tidak stabil, produktivitas yang rendah, dan hasil yang diperoleh oleh petani skala kecil (1-4 ha) mendapatkan keuntungan yang relatif tipis.

Penelitian yang dilakukan Ridho Iskandar dan kawan-kawan, yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomi Bisnis tahun 2018, petani kelapa sawit swadaya murni di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, hanya mendapatkan keuntungan Rp 15,64 juta per hektare per tahun, atau setara dengan Rp 1,3 juta per bulan. Artinya, pemilik kebun 2 hektare, hanyak mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 2,6 juta per hektare per bulan, lebih tinggi Rp 200 ribu dibandingkan UMP.

Namun rendahnya pendapatan petani swadaya murni ini tidak lantas membuat ekspansi kebun sawit menurun. Kawasan hutan pun banyak yang kini dijadikan kebun sawit di Provinsi Jambi. Perusahaan yang berinvestasi pada komoditi ini juga makin banyak, dan kerap menimbulkan konflik sumber daya alam dengan masyarakat.

Namun tak dapat dielakkan minyak kelapa sawit memang lebih murah dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Situasinya juga sudah sangat banyak petani terlanjur berinvestasi di sektor ini. Perkebunan kelapa sawit berkelanjutan menjadi satu di antara solusi agar kebutuhan terpenuhi, dan tidak ada lagi penambahan luas tanam apalagi lewat perambahan hutan.

Baca juga: Sebanyak 112 Ribu Hektare Kebun Sawit di Jambi akan Diremajakan

Baca juga: Warga Mandiangin Geruduk Perusahaan Sawit, Masyarakat Tuntut Hal Ini dari Perusahaan

 

Perkebunan kelapa sawit yang dibuat harus menaati kebijakan yang nihil deforestasi, nihil pengembangan gambut, dan nihil eksploitasi (NDPE). Seperti dengan melakukan sosialisasi kepada petani dan perusahaan soal sertifikasi keberlanjutan, misalnya yang dikeluarkan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Di antaranya harus komitmen terhadap transparansi, patuh terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, komitmen terhadap kelangsungan ekonomi dan keuangan jangka panjang, menggunakan praktik terbaik yang sesuai untuk petani dan pabrik, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, bertanggung jawab atas karyawan, dan individu serta komunitas yang terpengaruh oleh penanam dan pabrik, bertanggung jawab terhadap penanaman baru, serta melakukan perbaikan terus-menerus di bidang kegiatan utama.

Dikutip dari www.rspo, RSPO merupakan singkatan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil. RSPO merupakan asosiasi nirlaba yang menyatukan para pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri minyak sawit, produsen kelapa sawit, pemroses atau pedagang kelapa sawit, produsen barang-barang konsumen, pengecer, bank dan investor, LSM pelestarian lingkungan atau konservasi alam, dan LSM sosial.

RSPO bersama para pemangku kepentingan bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk minyak sawit berkelanjutan. RSPO nantinya akan mentransformasi pasar untuk menetapkan standar minyak sawit berkelanjutan.

Halaman
1234
Penulis: Rohmayana
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved