Breaking News:

Berita Tebo

Pendamping SAD Minta BKSDA Pantau Sebab Banyaknya Hewan Mati di Hutan

Masyarakat Hukum Ada SAD Kelompok Temenggung Apung yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo memiliki dua kecamatan

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Nani Rachmaini
Yayasan ORIK Tebo
Masyarakat Hukum Ada SAD Kelompok Temenggung Apung yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) Tebo, Ahmad Firdaus meminta kepada Instansi terkait yakni BKSDA Provinsi Jambi, meninjau ke lokasi tempat banyaknya hewan liar mati di Hutan.

"Dinas terkait salah satunya seperti BKSDA mengecek langsung kebenaran itu, apa sebabnya bisa mati," kata Firdaus, Selasa (1/6/2021).

Masyarakat Hukum Ada SAD Kelompok Temenggung Apung yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo memiliki dua kecamatan wilayah jelajah. Yakni Kecamatan Sumay dan Kecamatan Tengah Ilir.

"Kalau menurut mereka yang kami dampingi, bangkai hewan yang paling banyak ditemukan di tepian hutan yang berada di Sungai Landai, Sungai Pedeman, Sungai Manggatal, Sungai Sekalo dan sungai -sungai lainnya. Itu di Sumay sama Tengah Ilir," sebutnya.

Munculnya kekhawatiran warga SAD terkait banyaknya hewan yang buruan yang mati, menurut Firdaus juga berdampak pada kebutuhan hidup SAD di hutan.

"Ya mereka jadi khawatir makan hewan buruan takut ada racun. Karena seperti babi itu banyak yang mati," ujarnya.

"Jadi saya yang mendampingi mereka meminta instansi terkait dalam hal ini BKSDA mencari tau sebabnya," pungkasnya.

(Tribubjambi/hendrosandi)

Baca juga: Kesbangpol Sarolangun Soroti Konflik Warga Mandiangin vs PT SAM

Baca juga: VIDEO Surat Persetujuan Berlayar pada Kapal Penyeberangan (Roro) di Pelabuhan Kuala Tungkal

Baca juga: Kasus Izin IUP Tambang Batubara di Kabupaten Sarolangun Masuk Tahap I

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved