Sahabat Rasulullah

Thalhah bin Ubaidilah Sahabat Nabi Kesatria Perang Uhud, Berlepas Diri dari Perang Jamal

Nabi Muhammad saw bersabda yang kian meneguhkan sosok Thalhah bin Ubaidilah. “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga.”

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
https://intisari.grid.id/
ilustrasi 

Ketika ia bangkit untuk menekan pembangkangan semacam ini, ia harus berhadapan dengan para saudara, kawan, sahabat, serta pengikut Rasulullah dan agamanya.

Mereka-mereka itulah yang selama itu berperang bersama dirinya menghadapi pasukan musyrik dan di bawah bendera tauhid. Bersama mereka pula dirinya terjun ke medan perang yang telah mendidik dan mengasah

Air mata Ali kian bercucuran ketika melihat Ummul Mukminin Aisyah ta di dalam sekedup memimpin pasukan yang kini keluar untuk menyerang dirinya.

Demikian juga saat ia melihat Thalhah dan Zubair, para pengikut setia Rasulullah saw berada di tengah-tengah pasukan.

Hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib mengundang Thalhah dan Zubair untuk mendatangi dirinya. Hingga akhirnya Allah menyatukan mereka.

Ali bertanya kepada Thalhah, "Wahai Thalhah apakah engkau datang bersama pengantin Rasulullah untuk berperang dan kau sembunyikan pengantinmu sendiri di rumah?"

Selanjutnya Ali berkata kepada Zubair, "Wahai Zubair, aku menyumpahimu atas nama Allah, apakah kauingat pada hari ketika Rasulullah bertemu denganmu ketika kita berada di suatu tempat lalu beliau bertanya: "Wahai Zuhair, apakah kamu mencintai Ali, Engkau pun menjawab: Tidakkah aku mencintai putra pamanku dan orang yang seagama denganku? Beliau bertanya lagi: " kautelah zalim kepadanya" Wahai Zubair, demi Allah engkau akan memeranginya dan dan kau telah zalim kepadanya?”

Baca juga: Zaid bin Khattab, Sahabat Nabi yang Membunuh Pria yang Gerahamnya Lebih Besar dari Gunung Uhud

Baca juga: Ummu Anmar Penyiksa Sahabat Nabi yang Diazab dengan Batuk Seperti Gonggongan Anjing

Baca juga: Ayat Alquran Mana yang Paling Agung? Begini Jawaban Sahabat Nabi Ubay bin Kaab

Di situlah suasana mencair.

Zubair menjawab, "Ya, sekarang aku ingat. Sebelumnya, aku telah lupa. Demi Allah, aku tidak akan memusuhimu."

Akhirnya Zubair dan Thalhah bin Ubaidilah mengundurkan diri untuk terlibat dalam perang saudara tersebut. Mereka mengundurkan diri karena mengetahui duduk persoalan dan melihat Ammar bin Yasir berperang di pihak Ali.

Mereka juga ingat akan sabda Rasulullah kepada Ammar "Kau akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.”  Dengan demikian, jika Ammar terbunuh dalam perang yang Thalhah terlibat di dalamnya, Thalhah adalah pemberontak. Thalhah dan Zubair menarik diri dari perang.

Akhirnya perang Jamal berakhir. Lalu Ummul Mukmin Aisyah melepaskan diri dari perselisihan.

Diriwayatkan, sahabat Ali kemudian membekalinya dengan fasilitas dan kehormatan saat Aisyah ke Madinah

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved