Breaking News:

Berita Kota Jambi

Polres Tanjabbar Amankan Ratusan Ribu Benih Lobster, Rp 20 Miliar Kerugian Negara Diselamatkan

Mencurigai pompong tersebut, akhirnya tim petir menghentikan pompong dan kemudian di lakukan pengecekan terhadap muatan di dalam pompong

TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Polres Tanjabbar selamatkan kerugian negara sebesar Rp20 miliar dari upaya penyelundupan benih lobster 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-135.000 ekor benih lobster jenis pasir yang diseludupkan dalam 36 box Styrofoam berhasil di amankan oleh Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat, Jumat (20/5). Penyeludupan benih lobster yang ditaksir senilai Rp20 Miliar tersebut di amankan di perairan Sungai Kuala Betara, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjabbar.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro dalam konferensi pers yang didampingi oleh Waka Polres Tanjabbar, Kompol Alhajat dan Kasat Reskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiholan. Disampaikan oleh Kapolres bahwa aksi tersebut di gagalkan sekira pukul 04.30 wib.

"Pada pukul 04.30 Tim Petir memperoleh informasi adanya kegiatan penyelundupan Benih Lobster. Kemudian di tindaklanjuti hingga melakukan pengejaran dan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kuala Betara, sekira pukul 05.00 wib akhirnya tim petir melihat satu unit pompong yang menuju ke arah laut,"ungkap Kapolres

Mencurigai pompong tersebut, akhirnya tim petir menghentikan pompong dan kemudian di lakukan pengecekan terhadap muatan di dalam pompong. Setelah di lakukan pengecekan ternyata dibawah terpal plastik warna biru ditemukan box Styrofoam warna putih sebanyak 36 box yang berisi Benih Lobster.

"Rencananya akan dibawa ke muara dan akan diserahkan ke Speedboat yang akan menjemput di tengah perairan Laut. Kemudian kita tindaklanjuti dengan memancing speedboat tersebut namun ketika dilakukan pengejaran, terhadap SpeedBoat tersebut tidak dapat diamankan,"tambahnya

Lebih lanjut terhadap upaya pengagalan penyelundupan ini, setidaknya ada empat tersangka yang diamankan oleh pihaknya. Keempat orang tersebut diketahui merupakan warga Kabupaten Tanjabbar. Disampaikan oleh Kapolres bahwa berdasarkan pengakuan tersangka, telah melakukan aksi tersebut selama tiga kali.

"Menurut keterangan tersangka sudah tiga kali melakukan perbuatan ini. Tapi kita akan lakukan penyelidikan mendalam terhadap keterangan tersangka,"sebutnya

"Kita sangkakan Padal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) dan / atau pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah Undang - undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan,"pungkasnya

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved