Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Sebut Tuntutan yang Diajukan Lemah Dalam Kesaksian

Tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan dalam pleidoi tersebut pihaknya bakal menyampaikan tuntutan JPU terhadap Rizieq tidak disertai bukti ku

istimewa
Habib Rizieq 

TRIBUNJAMBI.COM - Hari ini, Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya Akan menyampaikan pleidoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kamis (20/5/2021) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pleidoi tersebut untuk tuntutan JPU dalam perkara dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung yang disampaikan JPU pada Senin (17/5/2021).

Tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan dalam pleidoi tersebut pihaknya bakal menyampaikan tuntutan JPU terhadap Rizieq tidak disertai bukti kuat atau lemah secara hukum.

Baca juga: Krisdayanti Singgung Soal Berhubungan Atta dan Aurel Pasca Keguguran: diharapkan Pakai Pengaman Dulu

Baca juga: Paksa Gadis Jadi PSK, Anak DPRD Bekasi Ditetapkan Tersangka, Saat ini Diburu Polisi

Baca juga: Pulang Kerumah Tanpa Pakaian Dalam, Kakak Kaget Saat Adiknya Ceritakan yang Terjadi

"Poinnya bahwa tuntutan-tuntutan yang diajukan, serta pasal-pasal dalam dakwaan itu lemah dalam kesaksian, dalam proses persidangan kami menganggap buktinya lemah. Harus diabaikan oleh Majelis Hakim," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (19/5/2021) malam.

Akan tetapi, Aziz tidak membeberkan dasar menyebut tuntutan JPU lemah karena hingga Rabu (19/5/2021) malam pihaknya dalam proses pembuatan pleidoi agar siap disampaikan ke Majelis Hakim.

Dirinya hanya menyampaikan tim kuasa hukum sudah berkomunikasi dengan Rizieq yang kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri dalam pembuatan pleidoi untuk disampaikan ke Majelis Hakim.

"Sudah-sudah (berkomunikasi dengan Rizieq terkait pembuatan pleidoi). Dia (Rizieq) juga sedang membuat (pleidoi sendiri). Nanti saya disinformasikan ketika besok akan mulai sidang," ujarnya.

Ia menuturkan selain Rizieq, lima terdakwa kasus Petamburan lain yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi juga membuat pleidoi pribadi.

Sehingga pada sidang Rizieq, lima petinggi eks Front Pembela Islam (FPI) terdakwa di kasus kerumunan Petamburan, dan tim kuasa hukum menyampaikan pleidoi buatan masing-masing.

"Pleidoi berbeda-beda," tuturnya.

Dalam kasus kerumunan warga di Petamburan Rizieq dituntut hukuman dua tahun penjara dan pidana tambahan larangan aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat selama tiga tahun.

Sementara Ubaidillah, Sabri, Ali Alwi, Idrus, dan Maman dituntut hukuman pidana penjara 1 tahun enam bulan penjara dan larangan aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat selama dua tahun.

Mereka didakwa menghasut warga datang pada kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempat Rizieq pada 14 November 2020 yang menimbulkan kerumunan sekitar 5.000 warga.

JPU menyatakan Rizieq dan 5 eks pimpinan FPI bersalah melakukan tindak pidana Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan juncto Pasal 93 UU Nomor 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved