Mengakhiri Ramadan di Masjid Asyrof, Kisah Kedermawanan dan Kesalihan Orang Mesir
"Barangsiapa yang berbahagia akan datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka".
Usai rangkaian salat malam telah kita laksanakan dengan sempurna hingga pukul 02.55 WLK, tibalah kita pada waktu sahur. Sahur digelar di dalam Masjid Asyrof dengan menu Isy (makanan pokok orang Mesir) dicampur ful (semacam kacang-kacangan yang dihaluskan) dan sipsi (keripik kentang). Lalu ditutup dengan makan yoghurt dan minum air putih. Azan subuh pun berkumandang, dan kami melanjutkan dengan salat subuh berjamaah.
Setelah salat subuh kami melaksanakan zikir rutin thoriqoh syadziliah, dimana Syekh Yusri adalah guru dari thoriqoh tersebut di Mesir. Setelah selesai membaca wirid hingga matahati terbit, kegiatan pun ditutup dengan mengkaji dua kitab turats yang menjadi rutinitas harian setiap pagi. Yaitu kitab Burhan fi Ulum Alquran dan kitab Dalil al-Falihin. Pengajian kitab selesai pada pukul 07.00 WLK, dan dilanjut dengan salat dhuha sebagai pembuka rizki di hari ini.
"Yang istiqomah dan membutuhkan akan dikasih uang saat Idulfitri oleh Syekh Yusri sebanyak 600 pound (sekitar Rp700 ribu )" ucap Fahmi Shihab satu di antara murid laki-laki yang istiqomah sejak awal Ramadan hingga akhir.
Begitulah Mesir, dengan kedermawanan dan kesalihan orang-orangnya. (*)
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Mutiara Hikmah Ucapan Abdullah bin Masud
Baca juga: Mutiara Ramadan - Pilih Berkah atau Bahagia ?
Baca juga: Mutiara Ramadan - Puasa merupakan Pasantren Kejujuran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/julia-misbach-saat-bulan-ramadan-1442-hijriah-di-mesir.jpg)