Breaking News:

Berita Sarolangun

Kemenag Sarolangun Sebut Belum Dapat Instruksi Soal Larangan Mudik Santri

Lanjutnya, informasinya memang ada larangan mudik bagi santri. Namun pihanknya belum bisa mengambil kebijakan terhadap hal tersebut, pasalnya belum me

Rifani halim
M Syatar 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kamenag Sarolangun menyatakan bahwa belum adanya instruksi dari kanwil untuk menindaklanjuti perintah Menteri Agama soal larangan mudik bagi santri.

"Sejauh ini belum ada edaran dari kanwil terkait larangan mudik bagi santri," kata M Syatar, Kamenag Sarolangun, beberapa hari lalu.

Lanjutnya, informasinya memang ada larangan mudik bagi santri. Namun pihanknya belum bisa mengambil kebijakan terhadap hal tersebut, pasalnya belum mengetahui seperti mekanisme jika memang dilarang mudik santri.

"Infarmasinya tahu, tapi seperti apa aturannya belum ada tindaklanjut dari kanwil. Namun sesuai dengan intruksi presiden bahwa dilarang mudik bagi siapa pun tanpa terkecuali, dan kita menghimbau bagi santri dan siswa yang lainnya agar menahan diri untuk mudik. Guna mencegah penyebaran virus covid-19 ini." Katanya.

Sementara itu, Nurrohillah salah satu wali santri mengaku sedih jika benar aturan larangan mudik bagi santri. Menurutnya aturan ini terlalu berlebihan, baginya santri di dalam wilayah provinsi Jambi bahkan kabupaten/kota tidak begitu berpengaruh.

"Sedih kalau santri dilarang mudik, selama berbulan-bulan mereka di pondok di hari lebaran yang penuh kebahagian dan momen kumpul keluarga yang dinanti namun terhalang oleh aturan seperti itu." Ungkapnya.

Dia menambahkan, mantan santri pondok pesantren Alhidayah Sarolangun ini menuturkan, bahwa intruksi larangan mudik bagi santri kurang tepat.

Pasalnya tidak adanya solusi terhadap aturan tersebut, menurutnya aturan itu diberlakukan harus sesuai dengan zona masing-masing daerah.

"Aturannya kurang tepat, harusnya disesuaikan dengan zonanya kalau zona merah harus diperketat untuk zona kuning dan hijau jangan disamakan dengan zona merah." Tuturnya.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2021, Ibu-ibu di Merangin Ramai Beli Emas, Untuk Apa?

Baca juga: Ikan Aligator Asal Amerika Diamankan di Merangin, Kasat Reskrim: Pemelihara Bisa Dipidana 6 Tahun

Baca juga: Pengobatan Transfusi Plasma Konvalesen Sudah Bisa di RSUD Raden Mattaher, Dua Pasien Terima Donor

Penulis: Rifani Halim
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved