Breaking News:

Ali Imron Ingatkan Jokowi Bahaya Teroris Lulusan Afghanistan, Setara Kopassus Bisa Buat Bom Nuklir

Ali Imron ungkap betapa bahayanya teroris lulusan akademi militer di Afghanistan.

Editor: Teguh Suprayitno
istimewa kompas tv
Ali Imron aktor utama teror bom Bali 1. 

Kedua, mereka menjalankan Jihad Fi Sabilillah.

“Negara Islam dan khilafah ada hubungannya, tidak mungkin bisa mendirikan negara Islam tanpa adanya jalan Jihad (perang),” tuturnya kala itu, seperti dikutip tribunmanado.co.id, Selasa 30 Maret 2021.

“Teroris paling radikal menganggap pemimpin muslim statusnya tauhid.

Bom Bali 2002. Tersangka teror siap diadili Amerika Serikat.
(Foto: bom Bali 1 tahun 2002. Aksi teror kelompok Ali Imron./Youtube)

Sedangkan non muslim statusnya kafir, semuanya boleh diperangi dan diserang,” lanjutnya.

Hal itu pulalah yang mendasari Ali Imron melakukan pengeboman Kedubes Filipina di Indonesia.

Ia menjelaskan, hal itu karena Indonesia dianggapnya bukanlah negara Islam, maka itu sah dilakukan.

Demikian juga ketika Ali Imron melancarkan pemboman gereja saat malam Natal di beberapa kota di Indonesia yang ditimbulkan oleh nuansa SARA di Ambon dan Poso.

Sama dengan Bom Bali I yang merupakan program oknum Jamaah Islamiyah pimpinan Ali Ghufron alias Mukhlas bersama Ali Imron.

Tujuannya saat itu, yaitu mereka hendak membalas serangan Amerika terhadap Afghanistan pascatragedi 9/11 dengan menargetkan turis asing yang berlibur di Bali.

Dalam video, Ali Imron lantas menyampaikan pesan kepada masyarakat agar jangan sampai tambah “pecah”.

Ali Imron menjelaskan cukup urusan pemilu saja yang sudah pecah.

Pada akhir video pernyataannya, Ali Imron turut menanyakan pertanyaan terhadap Presiden ILC Karni Ilyas terkait kapan dirinya akan dibebaskan dan tak dianggap sebagai antek pemerintah.

Melansir Tribunwow.com, Ali Imron sempat kemudian menjelaskan alasan dirinya melakukan aksi terorisme.

Ali Imron kemudian menceritakan kepada Garil, anak dari salah satu korban bom Bali 1, apa yang ia percayai kala itu.

Ia mengakui dirinya memiliki kepercayaan bahwa aksi pembunuhan masal yang dilakukan olehnya memiliki dasar yang dapat dibenarkan.

"Satu yang saya ingat, apakah jihad melawan atau membalas Amerika dengan cara melakukan pengeboman terhadap orang-orang Bule di Bali itu benar menurut Islam atau fiqih jihad," paparnya.

"Bahkan menurut Osama bin Laden, ini benar," lanjut Ali Imron.

Kala itu, Ali Imron menjelaskan target pengeboman ia pilih lantaran di wilayah tersebut paling banyak terdapat orang asing.

"Pilih diskotek atau klub yang paling banyak bulenya," ujarnya.

"Kami dapatilah Sari Club dan Paddies Pub yang berseberangan jalan," tambah Ali Imron.

Ali Imron mengatakan dirinya menjelaskan semua hal tersebut untuk menyampaikan fakta yang terjadi kala itu.

"Saya cerita seperti ini bukan karena saya bangga, saya menyampaikan fakta," terangnya. (tribunmanado.co.id/finneke wolajan)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Ali Imron Ungkap Bahaya Teroris Lulusan Afghanistan, Akmil Setara Kopassus, Bisa Bikin Bom Nuklir.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved