Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pemerintah Dianggap Berubah-ubah dalam Membuat Peraturan Mudik 2021

Pihaknya waktu penyetopan tiga bus saat pemeriksaan dan penyekatan di Tempino, Mestong, telah memberangkatkan..

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi tes PCR 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengetatan pengawasan pemudik pada Idul Fitri 2021 ini di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan telah menyetop tiga buah bus.

Rusmanjus, Wakil Ketua Organda Jambi mengatakan, bus tidak dapat menunjukan hasil tes Rapid PCR dan Antigen para penumpangnya. Sehingga petugas mau tidak mau harus bus tersebut memutarbalik.

"Kemarin itu bus-bus yang diputarbalikkan memang tidak mempersiapkan dan tidak dapat menunjukkan dokumen hasil tes Rapid PCR atau Antigen. Jadi mau tidak mau mereka disuruh putar balik," ungkapnya Kamis (29/4/2021).

Ia mengatakan pada peraturan pengetatan terbaru ini para penumpang harus melengkapi dirinya dengan hasil non reaktif dari tes rapid PCR atau Antigen.

"Untuk 6-17 Mei sudah tutup sama sekali dan tidak boleh beroperasi," katanya.

Ia mengatakan, anggotanya pemilik PO bus di Jambi mengeluhkan peraturan ini. Terutama mereka menilai pemerintah membuat peraturan selalu berubah-ubah.

"Sebenarnya anggota kami terutama PO tidak dapat menerima keputusan ini. Sebab biaya yang dikeluarkan pun lebih besar sekarang. Awalnya pemerintah hanya melarang pada 6-17 Mei. Sehingga perusahaan bus sudah sediakan armada tambahan," katanya.

"Namun di tengah-tengah muncul aturan pengetatan yang baru ini dan membuat penumpang takut untuk mudik. Alhasil strategi yang mereka sudah rencanakan langsung gagal," ujarnya.

Bagaimana pun dirinya menilai pemerintah sudah mengambil langkah yang benar. Terutama dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 agar tidak meluas.

"Pemerintah memang sudah baiklah memberikan peraturan. Hanya saja yang kami sayangkan peraturan-peraturan itu berubah-ubah sehingga para anggota kami tidak dapat menyusun strategi ke depannya," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Monang Widyoko
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved