Pakar Psikologi Dukung Penetapan KKB Sebagai Organisasi Teroris: Bertambah Satu Lagi Musuh Negara
Hal itu ia sadari setelah sempat berbincang dengan satu di antara pejabat di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT).
TRIBUNJAMBI.COM - Kebijakan pemerintah yang menetapkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris didukung oleh Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel.
Menurutnya, KKB di Papua tepat dikategorikan sebagai Nationalist Dissident Terrorism.
Hal itu ia sadari setelah sempat berbincang dengan satu di antara pejabat di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT).
Baca juga: Pengakuan Pelaku Pembacokan Pengusaha Ikan Hias di Mayang Jambi, Berawal Tak Sengaja Ketemu di Hotel
Baca juga: Pemerintah Resmi Kategorikan KKB di Papua Sebagai Organisasi Teroris
Baca juga: Amerika Serikat Bakal Kirim Bantuan ke India Sebesar Rp 1,4 Triliun dan ke Indonesia Rp 50 Miliar
Reza mengataikan pejabat BNPT menyebut separatisme lebih berbahaya daripada terorisme.
Tindakan separatisme tidak tercantum dalam Undang-Undang Pemberantasan Terorisme.
Reza mendukung sikap pemerintah yang resmi mengkategorikan KKB di Papua sebagai organisasi teroris pada Kamis (29/4/2021) hari ini.
"Bagi saya, KKB di Papua itu tepat dikategori sebagai Nationalist Dissident Terrorism yang paling tidak beroperasi secara lokal," kata Reza kepada Tribunnews.com, Kamis (29/4/2021).
Reza memaklumi, pengkategorian ini memunculkan kegagalan pemerintah dalam meredam masifnya perilaku kekerasan dalam kelompok itu.
Hal itu membuat KKB semakin mengandalkan aksi-aksi brutal, termasuk ke warga sipil sebagai modus pergerakan mereka.
"Juga terkesan bertambah satu lagi musuh negara. Musuh berupa kelompok terorganisasi," tambahnya.
Jika dicermati lebih lanjut, Reza menilai ada persepsi yang berbeda dari pengkategorian ini.
Ketika masih disebut sebagai KKB, maka aksi brutalnya hanya dianggap seperti kriminal biasa.
Aksi brutal mereka akan dianggap sebagai kriminal yang bisa dihadapi oleh polisi.
"(Padahal) tindak kriminalitas harus dilawan, namun karena saya bukan korban atau sasaran si kriminal, maka saya merasa KKB bukan pihak yang harus juga saya lawan secara langsung."
"Kini berbeda posisinya. Terhitung sejak hari ini, pelabelan "teroris" memberikan justifikasi yang legitimate bagi setiap komponen bangsa untuk menyikapi organisasi teroris itu sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara cepat, tegas, terukur, dan tuntas," tegas Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/jokowi-murka-lewat-aksi-kkb-papua-yang-kembali-merenggut-nyawa-polri-dan-tni.jpg)