Breaking News:

EDITORIAL

Editorial - Bertaji dengan PPKM

Tak pandang bulu, dari pedagang kaki lima, resto ternama hingga hotel berbintang mendapat teguran hingga denda sebagai sanksinya.

Tribun Jambi
Tribun Jambi Edisi 29 April 2021 

RAZIA penegakan protokol kesehatan (prokes) di Kota Jambi dan sejumlah daerah di Provinsi Jambi tak hanya menjaring warga, namun juga sejumlah usaha yang abai atau tidak menegakkan aturan tersebut.

Tak pandang bulu, dari pedagang kaki lima, resto ternama hingga hotel berbintang mendapat teguran hingga denda sebagai sanksinya.

Shock theraphy, bisa dianggap begitu. Dengan teguran, sanksi denda hingga penyegelan membuat fokus pelaku usaha maupun warga tertuju ke sana. Agar tidak bernasib sama, buru-buru menyediakan sarana/prasarana hingga tegas kepada pengunjung/konsumen.

Siapapun itu, baik pelaku usaha maupun pembuat aturan dan petugas penegakannya tak pernah mengharapkan aturan yang membatasi ekonomi masyarakat ini ada. Namun, demi kemaslahatan masyarakat yang lebih besar maka aturan itu harus diadakan dan ditegakkan. Agar bersama menjadi acuan dalam kegiatan ekonomi yang ramah protokol kesehatan.

Adalah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro yang mulai berlaku di Provinsi Jambi sejak 20 April lalu. Jambi bersama lima provinsi lainnya menyusul 20 provinsi lainnya yang sudah memberlakukan PPKM.

Pemberlakuan PPKM di Provinsi Jambi berdasarkan parameter jumlah kasus aktif, PPKM kali ini merupakan jilid ke-6 dengan rentang waktu 20 April - 3 Mei 2021. Artinya pada jilid 1-5, Jambi beserta 4 provinsi lainnya berada pada kasus aktif yang rendah, peningkatan kasus saat ini memasukkan Jambi pada status peningkatan kasus.

Relaksasi ekonomi yang kerap digaungkan kepala daerah terutama Kota Jambi telah menggeliatkan sejumlah lini usaha. Sayangnya keleluasaan mengabaikan prokes yang sudah lebih dulu diatur dalam Perda, dan diduga menjadi penyebab meningkatkan kasus.

PPKM mengatur pelaksanaan work from home (WFH) di tempat kerja/perkantoran, belajar daring dan tatap muka. Kegiatan restoran atau makan/minum di tempat dibatasi 50 persen.

Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 21.00. Kapasitas tempat ibadah dibatasi 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan fasilitas umum diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen yang diatur dengan Perda.Kemudian, kegiatan seni, sosial, dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan diizinkan dibuka maksimal 25 persen dengan pengetatan protokol kesehatan.

Disiplin dan tegas menjalankan protokol kesehatan merupakan kunci penekanan kasus Covid-19. Seraya terus dilakukannya imunisasi kepada warga berdasarkan tingkat interaksi dan mobilitasnya di tengah-tengah masyarakat.

Pelaksanaan PPKM telah menunjukkan hasil positif dengan berkurangnya kasus di daerah yang menerapkannya.

Semoga dua pekan PPKM di Provinsi Jambi memberikan hasil positif yang serupa. Sama disiplin dan tegas untuk kemaslahatan bersama.(*)

Baca juga: Editorial - Jangan Lengah

Baca juga: Editorial - Bertambah Lagi

Baca juga: Editorial - Daya Rusak Miras

Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved