Breaking News:

Berita Muarojambi

30 SDN di Muarojambi Masih Kepsek Plt, Ada Konsekuensinya Jika Tidak Didefinitifkan

Ia juga mengatakan, seluruh SD di Muarojambi kepala sekolah nya masih dijabatkan Plt ada beberapa

(tribun jambi.com/ Hasbi Sabirin)
Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Muarojambi Firdaus 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sebanyak 30 kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Muarojambi hingga kini masih dijabatkan dengan pelaksanaan tugas dan belum didefinitifkan.

Sebab, adanya kepala sekolah di Muarojambi yang masih menjabat Plt karena belum ada peserta yang memenuhi syarat diangkat menjadi Kepala Sekolah secara difenitif yang sudah memenuhi syarat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ketenagaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi Firdaus.

Sekarang pemerintah daerah tidak boleh semberangan angkat kepala sekolah, dan harus memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah.

Setiap calon kepala sekolah wajib memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat calon kepala sekolah, yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) 

"Selama ini kita Muarojambi belum memiliki calon kepsek yang memenuhi persyaratan STTPP tersebut, selain itu calon kepsek juga akan dilihat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, baik manajerial, supervisi, maupun pengembangan kewirausahaan sekolah,"kata Firdaus Kamis (29/4/21).

Ia juga mengatakan, seluruh SD di Muarojambi kepala sekolah nya masih dijabatkan Plt ada beberapa konsekuensi fatal yang harus dialami sekolah tersebut.

"Bisa penghambat pencairan dana BOS, pengusulan ijazah siswa tidak diakui pusat, jika guru yang diusulkan untuk sertifikasi tidak dibayarkan," ungkapnya.

Hingga saat ini seluruh kepala sekolah yang masih Plt di Muarojambi telah dikasih waktu oleh Pemerintah Pusat untuk memiliki syarat wajib Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat calon kepala sekolah hingga Juli 2021 mendatang 

"Jika dalam waktu yang sudah ditentukan oleh pusat belum juga dilakukan, itulah konsekuensi yang harus dialami sekolah tersebut, pada tahun lalu ada 53 orang yang lulus sertifikasi cakep dan kemungkinan itulah yang akan dilakukan Diklat, saat ini kita juga tunggu surat lanjutan dari pusat," tutupnya.

 (Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Baca juga: Leana Luncurkan Busana Muslim Untuk Ibu Menyusui Agar Tetap Tampil Stylish dan Modis

Baca juga: Siapa Lily Sofia Sebenarnya, Sampai Dibuat Poster Mirip Film Ada Apa Dengan Cinta Sama Munarman

Baca juga: Rekomendasi 7 Film Seru Buat Ditonton Saat Libur Lebaran 2021 Di Rumah Bersama Keluarga

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved