Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pelaku Pembajakan Film Keluarga Cemara Dihukum 14 Bulan Penjara

Saat dilakukan penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. diantaranya buku tabungan

Dedi nurdin
Aditya Fernando, terdakwa kasus pembajakan film keluarga cemara saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (28/1/2021). -- 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aditya Fernando, terdakwa kasus pembajakan film 'Keluarga Cemara' dihukum bersalah. Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 1 tahun dan 2 bulan. Amar putusan dibacakan dalam persidangan yang berlangsung Selasa (27/4/2021). 

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Jambi, Aditya dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Pemilik website duniafilm21 itu telah melanggar Pasal 113 ayat (3), junto Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan dua bulan. Menetapkan agar terdakwa tetap ditahan," ucap ketua majelis hakim Arfan Yani saat membacakan putusan Pengadilan Negeri Jambi. 

Menyikapi putusan pengadilan tersebut, Aditya Ferbando menyatakan akan menggunakan waktu tujuh hari yang diberikan majelis hakim untuk fikir-fikir sebelum menerima atau mengajukan upaya hukum lainnya. Hal serupa juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum, Haryoni.  

Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa Aditya dituntut dengan pidana penjara selama dua tahun. Denda 200 juta rupiah subsider 3 bulan penjara. 

Aditya ditangkap dalam kasus pembajakan sejumlah karya film milik PT Visinema Pictures yang dilaporkan ke Mabes Polri pada April 2020 lalu. Aditya ditangkap di kawasan The Hok, Kota Jambi pada Selasa 29 September 2020. Atau lima bulan setelah kasus pembajakan film yang Keluarga Cemara diputan di situs duniafilm21 tanpa izin Visinema. 

Saat dilakukan penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. diantaranya buku tabungan yang digunakan terdakwa untuk bertransaksi. Kartu ATM, flashdisk, laptop, perangkat komputer dan handphone. 

Sementara salah seorang rekan terdakwa yakni Roby kini masih dalam perburuan aparat kepolisian dan masuk dalam catatan Daftar Pencarian Orang (DPO). (Dedy Nurdin)

Baca juga: Penikam Dahlan Sudah Tertangkap, Konflik Lahan Tambang Emas Ilegal di Lubuk Bedorong

Baca juga: Kondisi Munarman Saat Tiba di Polda Metro Jaya: Mata Ditutup Kain Hitam, Tangan Diborgol di Belakang

Baca juga: Sambut Ramadhan, PLN Bersama Bupati Gelar Syukuran Atas Terlistrikinya 19 Desa di Tanjabbar

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved