Breaking News:

Penikam Dahlan Sudah Tertangkap, Konflik Lahan Tambang Emas Ilegal di Lubuk Bedorong

Pelaku penganiayaan yang berujung kematian berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres sarolangun, Sabtu (24/4) kemarin.

tribunjambi/rifani halim
Pelaku pembunuhan di Sungai Sipa Lubuk Bedorong menyebabkan hilang nyawa Dahlan meninggal telah tertangkap. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pelaku penganiayaan yang berujung kematian berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres sarolangun, Sabtu (24/4) kemarin.

Pelaku bernama Candra alias Can bin Toni (26) warga Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun. Pekan lalu menganiaya korban bernama Dahlan bin Bahar (45) warga Desa Meribung, Kecamatan Limun, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono melalui Kasat Reskrim Iptu Rendie Rienaldi, membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan tersebut.

"Ya, kita bersama Kapolsek Limun mengungkapkan kasus pembunuhan atau penganiayaan mengakibatkan kematian. Dan kita juga mengamankan pelaku atas nama Candra Als Can bin Toni," kata Kasat Reskrim Iptu Rendie Renaldie, Minggu (25/4).

Dia menjelaskan setelah aparat berhasil mendapatkan informasi keberadaan pelaku, aparat langsung membekuk pelaku di Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun tepatnya di Bukit Tujuh Puluh.

"Kita dari Unit Reskrim Polres Sarolangun dan Unit Reskrim Polsek Limun dan dibantu keluarga tersangka, berhasil mengamankan tersangka Can di Bukit Tujuh Ratus, Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun," katanya.

Dalam kasus ini, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) kain panjang warna hitam motif bunga warna coklat, 1 (satu) celana warna hitam dan 1 (satu) baju kaos warna putih.

"Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan sanksi tindak pidana. Pembunuhan atau penganiyaan yang mengakibatkan mati,” sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 338 Jo 351 ayat (3) KUHPidana. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap korban ini terjadi pada hari Rabu tanggal 21 April 2021 sekitat pukul 16.30 Wib, saat itu saksi an. Arlis dan korban sedang berada di Sungai Sipa Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Dan tidak lama kemudian saudara Suarni memanggil saksi an.Arlis.

"Kemudian saksi Arlis menghampiri saksi Suarni dan pada saat itu saudara Arli melihat korban sudah terbaring di tanah dengan berlumuran darah.

Setelah itu saudara Arlis membawa korban ke rumah saudara Arlis di Desa Panca Karya menggunakan ketek (perahu), dan pada saat itu korban masih dalam keadaan sadar dan mengatakan bahwa yang melakukan penikaman terhadap dirinya adalah saudara Candra alias Can dan pada saat di perjalanan menuju Desa Panca Karya Kecamatan Limun korban meninggal dunia akibat luka tusukan di bagian perut sebelah kiri hingga menembus ke area jantung korban.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved