Breaking News:

Sahabat Rasulullah

Kisah Sahabat Nabi, Mushab bin Umair yang Meninggalkan Harta Demi Islam

perawi menggambarkan semangat Mushab bin Umair dengan ungkapan, "Seorang penduduk Mekah yang mempunyai nama paling harum."

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
pixabay
Kakbah 

Demikianlah Muhammad menyatakan bahwa Allah telah mengutusnya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan agar manusia menghamba dan beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Esa.

Ketika Mekah melewatkan siang dan malam tanpa ada perhatian dan pembicaraan yang meramaikannya selain tentang Rasulullah SAW. dan agama baru yang dibawanya, saat itulah pemuda Quraisy yang manja itu menjadi orang paling banyak mendengarkan cerita tersebut

Baca juga: Konsistensi dalam Menjalankan Ibadah Puasa

Baca juga: Standar Zakat Fitrah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Telah Ditetapkan, Segini Besaranya

Baca juga: Siklus Rehat Alat Pencernaan Selama Satu Bulan Ramadan (2)

Baca juga: Kejati Jambi Sidik Kasus Dugaan Korupsi Kredit BRI Syariah Bungo

Meskipun usianya masih belia, Mushab bin Umair selalu menjadi bunga yang diharapkan kehadirannya dalam berbagai majelis dan pertemuan.  Mushab menemui Nabi Muhammad di rumah Arqam dan belajar mengenai Islam.

Ketika Mushab bin Umair memeluk Islam, ibunya menghentikan , segala kesenangan dunia yang sebelumnya diterima Mushab.

Dalam buku Biografi 60 Sahabat Rasulullah disebutkan terakhir kali Mushab bertemu dengan ibunya adalah ketika perempuan itu sekali lagi berusaha menyekap Mushab sepulangnya dari Habasyah.

Saat itu, Mushab bin Umair bersumpah bahwa jika ibunya sampai melakukan maksudnya itu, ia tidak segan akan membunuh setiap orang yang membantu ibunya melaksanakan rencananya itu.

Sang ibu yang tahu sejauhmana kesungguhan putranya saat memiliki kemauan dan tekad maka tidak ada jalan lain baginya selain melepas Mushab dengan berlinang air mata, demikian pula dengan Mushab. Sungguh ia takkuasa menahan tangis saat harus berpisah dengan ibunya.

Ibu dan anak itu sama-sama teguh dengan keyakinan masing-masing. Akhirnya, sang ibu mengusir Mushab dari rumah dengan berkata,

"Pergilah semaumu. Aku bukan lagi ibumu!" Mushab pun mendekati ibunya kemudian berkata, "Wahai bunda, sungguh ananda hendak memberi nasihat kepada bunda karena ananda sungguh merasa kasihan kepadamu. Karena itu, bersaksilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya!"

Ibunya menjawab dengan marah dan penuh emosi.

Demikianlah akhirnya Mushab meninggalkan segala kesenangan hidup yang melimpah dan lebih memilih hidup miskin dan sederhana.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved