Breaking News:

Berita Sungaipenuh

Anggaran Belum Cair, Lampu Merah di Kota Sungai Penuh tak Menyala 

Lampu Merah atau traffic light disejumlah persimpangan dalam kota Sungai Penuh, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya lampu pengatur lalu lintas

tribunjambi/herupitra
Anggaran Belum Cair, Lampu Merah di Kota Sungai Penuh tak Menyala  

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Lampu Merah atau traffic light disejumlah persimpangan dalam kota Sungai Penuh, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya lampu pengatur lalu lintas itu terlihat sudah lama tak menyala. 

Pantauan persimpangan di Kota Sungai Penuh seperti di simpang lima RSUD MHA. Thalib Kerinci tidak berfungsi atau padam, begitu juga disimpang Tugu Adipura Lapangan Merdeka Sungai Penuh. Akibat padamnya lampu pengatur lalu lintas tersebut, aktifitas kendaraan tampak semerawut dan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Ya, beberapa bulan terakhir ini, lampu merah di simpang RSU MHA Thalib mati, membuat lalu lintas disana semerawut, kita minta pemkot segera memperbaiki lampu tersebut," kata Aldi pengguna jalan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Alfret Yoza menjelaskan, tidak berfungsinya traffic light di simpang lima rumah sakit itu dikarenakan terjadi permasalahan pada kabel arus traffic Light. Dimana kabel arus traffic light putus akibat tertabrak oleh mobil.

“Untuk mengidupkan kembali traffic light, tidak bisa menggunakan kabel yang sudah terputus, karena dikhawatirkan dapat menimbulakan kejadian yang fatal,” ungkap Alfret Yoza.

Disamping itu, modul pengatur waktu dan warna lampu juga sudah mengalami kerusakan akibat sering terjadinya pemandaman lampu di wilayah Kota Sungai Penuh. Sehingga untuk mengantisipasi hal ini pihaknya masih menunggu proses pencairan anggaran, agar bisa segera difungsikan.

Terkait traffic light dibeberapa persimpangan yang juga tidak berfungsi, Alfret Yoza menyebutkan, bahwa saat ini sistem arus listrik traffic light sudah ditukar dengan sistem token. Secara otomatis pihak dinas harus menyediakan uang tunai untuk membeli pulsa.

“Diawal tahun kita belum bisa mencairkan anggaran, karena semuanya harus melalui prosedur, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut sejak Januari hingga Maret beban pembelian token ditanggung terlebih dahulu secara pribadi. Namun karena biaya yang dikeluarkan cukup besar dan pencairan belum bisa dilakukan, sehingga untuk sementara waktu traffic light dibeberapa titik persimpangan tidak bisa difungsikan," pungkasnya.(*)

Baca juga: UMKM Arsila Aquatic, Nikmati Manisnya Cuan Dari Efek Domino Ikan Cupang

Baca juga: NASIB Oknum Polisi yang Unggah Komentar Negatif Soal KRI Nanggala-402, Propam Polda DIY Turun Tangan

Baca juga: Lengkap Jadwal Buka Puasa Hari Ini 26 April 2021 Seluruh Indonesia Termasuk Jambi Jakarta Palembang

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved