Breaking News:

Puluhan Tenaga Kesehatan di RS Covid Ini Belum Digaji 4 Bulan, Ada yang Sampai Pinjam Uang ke Ortu

Informasi yang diperoleh bangkapos.com, tenaga kesehatan ini berjumlah 42 orang meliputi dokter, perawat dan admin yang ditugaskan bekerja di Rumah Sa

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
ist
Ilustrasi Nakes 

Sampai sekarang masih bekerja, sukarela, kalau kita mengandalkan dana dari pemerintah provinsi sama saja, dana provinsi juga belum ada yang ditransfer dari Jakarta. Permasalahan ini adalah permasalahan nasional bahwa dana APBD belum turun," ujar dr Armayani saat dihubungi bangkapos.com, Senin (19/4/2021) lalu.

Berdasarkan surat perjanjian kontrak kerja yang diperoleh bangkapos.com bahwa pada pasal 6, pihak kedua (tenaga kesehatan) berhak menerima upah honorium sebesar Rp2,9 Juta per bulan.

Upah tersebut dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau anggaran pendapatan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (BLUD) atau dana yang sah menurut peraturan yang berlaku.

Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung, Armayani Rusli saat dihubungi kembali oleh bangkapos.com, Kamis (22/4/2021) terkait surat perjanjian kontrak ini masih belum memberikan tanggapan.

Dihubungi terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy mengatakan sedang mengumpulkan data terkait masalah ini.

"Kalau di Ombudsman ada dua mekanisme, bisa ada yang melaporkan atau inisiatif sendiri. Kalau inisiatif sendiri maka ditemukan dulu maladministrasi, paling tidak lewat media massa, kemarin sudah blow up juga," sebut Yozar.

Ombudsman Babel masih menelusuri informasi, setelah data sudah cukup akan ditindaklanjuti kepada proses berikutnya.

"Ini akan mendapat perhatian khusus dari kami. Kami ada mekanisme pelaporan, identitas pelapor akan dirahasiakan jadi tidak perlu ragu untuk melapor, ini masih praduga semua, jadi kita tidak kedudukan seperti apa. Kita berharap dapat penyelesaian secepatnya, meskipun tanpa ada intervensi Ombudsman, saya kira itu lebih baik kalau bisa diselesaikan,"kata Yozar.

SUMBER: Bangkapos

Baca juga: Gaji Kecil Tapi Para Petugas Kebersihan Asal Indonesia Betah Kerja di Masjidil Haram karena Hal Ini

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved