Breaking News:

DPO Korupsi Gedung Auditorium UIN Jambi Terancam 15 Tahun Penjara

Redo merupakan satu dari lima terdakwa dalam perkara korupsi pembangunan gedung auditorium UIN Jambi

Dedy Nurdin
Redo Setiawan kembali menjalani sidang dapam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN jambi, Selasa (16/3/2021) di PN Tipikor Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Redo Setiawan, terdakwa kasus korupsi pembangunan gedung auditorium UIN Sulthan Thaha Jambi dituntut 10 tahun pidana penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Kejari Muarojambi dan Kejati Jambi dalam sidang Kamis (22/4/2021). 

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Redo Setiawan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Sebagaimana dalam dakwaan pertama primer. 

Yakni melanggar pasal 2 ayat (1), junto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Redo juga dituntut membayar denda senilai 500 juta rupiah, subsider enam bulan kurungan. 

Sementara untuk uang pengganti, jaksa menujtut pengembalian kerugian negara kepada Redo Setiawan senilai 4,7 miliar rupiah. Dengan ketentuan apabila uag pengganti tidak dibayarkan dalam tempo satu bulan setelah keputusan inkrah maka harta benda terdakwa dapat disita oleh jaksa untuk dilelang. 

"Dalam hal tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama lima tahun," ucap Jaksa Penuntut membacakan surat tuntutan dalam persidangan. 

Tuntutan tersebut disampaikan dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai Hakim Erika Sari Emsah Ginting. 

Sam'un Muchlis, penasehat hukum Redo Setiawan mengatakan tuntutan jaksa terlalu tinggi. Namun pihaknya akan menyampaikan pembelaan dalam persidangan selanjutnya. 

"Kami akan sampaikan pembelaan dalam persidangan hari Kamis minggu depan," katanya. 

Redo merupakan satu dari lima terdakwa dalam perkara korupsi pembangunan gedung auditorium UIN Jambi. Redo merupakan kuasa direktur pertama dari PT Lambok Ulina yang menjadi pemenang lelang. 

Sebelumnya Pengadilan Negeri Jambi juga telah menghukum empat terdakwa lainnya dalam perkara ini. Yakni Kristina, Iskandar Zulkarnain, John Simbolon selaku Direktur PT Lamna dan Hermantoni. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Tisya Erni Ungkap Tak Cuma Chat dengan Sule, Ada Juga DM dari Pengacara, Komedian, dan Artis

Baca juga: Berbuka Sepuasnya dengan Beragam Menu, Hanya Rp89 Ribu di Ricks Kitchen by Odua Weston Jambi

Baca juga: Hotline Service - Pemberlakukan Jam Malam

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved