Penganiayaan Perawat

Melisa Tuding Perawat Christina Tidak Profesional, Ketua Persatuan Perawat Sumsel: Tidak Mungkin

Melisa, istri dari Jason Tjakrawinata tersangka penganiaya perawat Christina Ramauli mengatakan perawat boru simatupang prsikopat tidak profesional

SRIPO
Melisa menggendong anaknya yang sempat empat hari dirawat di RS Siloam Palembang Sriwijaya memberi klarifikasi terkait penganiayaan terhadap Christina Simatupang 

TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG - Ibu muda yang bernama Melisa, istri dari Jason Tjakrawinata tersangka penganiaya perawat Christina Ramauli, membuat pengakuan mengejutkan soal perawatan anaknya.

Dikutip dari Sriwijaya Post (grup Tribun Jambi), Melisa mengatakan cara perawat mencabut infus anak sangat kasar.

Pelayanan yang diberikan Christina selaku perawat di RS Siloam Palembang Sriwijaya itu juga disebut Melisa sangat tidak profesional.

"Dia nyabut jarum infusnya kasar, darah sampai kemana-mana di baju, lantai, kasur," kata Melisa.

Melisa mengatakan perawat mencabut infus dan plester anak tidak sesuai dengan prosedur.

"Untung ya, jarumnya nggak patah di tangan anak saya," kata Melisa.

Ia mengatakan ngaku siap membongkar perlakuan kasar perawat yang bernama Christina Ramauli Simatupang di persidangan.

"Sampai jumpa di persidangan," tulis Melisa di media sosial.

Baca juga: Rekam Jejak Jozeph Paul Zhang yang Bernama Asli Paul Mulyono Sempat Ngontrak di Salatiga

Baca juga: BREAKING NEWS Suami di Jelutung Aniaya Isteri Pakai Batu Gilingan Hingga Kritis Gara-gara BLT

Menanggapi pernyataan Melisa istri Jason tersangka penganiayaan itu, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, Subhan Haikal memberi dukungan untuk perawat Christina Ramauli.

Dia mengatakan sejak awal kasus itu, pihaknya sudah memberikan waktu kepada RS Siloam melakukan investigasi.

Komite keperawatan RS Siloam melakukan investigasi ke perawat tersebut dengan menanyakan langsung apa yang dilakukan selama merawat anak pelaku penganiayaan itu.

"Korban sudah melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan SOP yang berlaku," terang Haikal, Senin (19/4/2021).

Dia mengatakan RS Siloam bukan rumah sakit swasta biasa, tapi sudah punya SOP ketat dalam memilih karyawannya.

"Sehingga karyawan yang diterima dipastikan memberikan pelayanan yang baik," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved