Breaking News:

Berita Nasional

Zaenal Tayeb Sang Mantan Promotor Tinju Dunia Jadi Tersangka, Dilaporkan Keponakan Sendiri ke Polisi

Zaenal dilaporkan terkait dugaan penipuan atau dalam hal ini tindak pidana memberikan keterangan akta autentik.

Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pengusaha dan mantan promotor tinju Zaenal Tayeb membantah melakukan penipuan saat ditemui di Mirah Boxing Camp Jalan Majapahit, Kuta, Badung pada Jumat 16 April 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, MANGUPURA - Sosok pengusaha terkenal, Zaenal Tayeb (65) mengaku syok setelah namanya terjerat dalam kasus hukum dan kini menyandang status sebagai tersangka.

Selain dikenal sebagai pengusaha, Zaenal Tayeb juga diketahui merupakan mantan promotor tinju internasional.

Zaenal dilaporkan terkait dugaan penipuan atau dalam hal ini tindak pidana memberikan keterangan akta autentik.

Pada hari Senin 19 April 2021 besok, Zaenal Tayeb rencananya akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polres Badung dengan statusnya sebagai tersangka.

Ternyata, pelapor bernama Hedar Giacomo Boy Syam tiada lain merupakan keponakan dari anak sepupu Zaenal sendiri.

Karena merasa syok akan status tersangka yang kini disandangnya, Zaenal pun angkat bicara dan menantang Hedar untuk terjun langsung ke lokasi tanah yang jadi permasalahan dan mengukur ulang luas tanah.

Zaenal Tayeb saat ditemui Tribun Bali bersama awak media lainnya di rumah kediamannya di wilayah Kuta, Badung, Bali pada Jumat 16 April 2021.
Zaenal Tayeb saat ditemui Tribun Bali bersama awak media lainnya di rumah kediamannya di wilayah Kuta, Badung, Bali pada Jumat 16 April 2021. (Tribun Bali/Firizqi Irwan)

"Saya mau menyampaikan bahwa selama saya di Bali tidak pernah menipu orang, bisa ditanya itu selama 51 tahun saya di Bali. Supaya lebih jelas (perkaranya), ayo kita ukur ulang saja dengan biaya saya yang tanggung," ujar Zaenal di tempat tinggalnya di wilayah Kuta, Badung, Jumat 16 April 2021.

Adapun tanah yang menjadi permasalahan tersebut terletak di Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Bali.

Zaenal Tayeb pun sudah memastikan jika tanah miliknya itu seluas 17.302 meter persegi, dari luas itu yang di kerjasamakan antara dirinya dan Hedar lebih kecil.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu juga mengatakan luas tanah hasil kerjasama hanya seluas 13.700 meter persegi dan dua kavling seluas 1.700 meter persegi tidak dijual.

Halaman
1234
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved