Breaking News:

Berita Kerinci

Mahasiswi Cantik Ini Beri Kritikan Pedas Pada Bupati Adirozal Terkait Lingkungan

Bupati Kerinci, Adirozal mendapat kritikan pedas dari seorang mahasiswi cantik mengenai lingkungan.

tribunjambi/herupitra
Di akun facebooknya Fentii Fenatha, mahasiswi ini menulis kritikannya 

Mahasiswi Cantik Ini Beri Kritikan Pedas Pada Bupati Adirozal Terkait Lingkungan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Bupati Kerinci, Adirozal mendapat kritikan pedas dari seorang mahasiswi cantik mengenai lingkungan.

Ternyata, kritikan yang disampaikan melalui media sosial Facebook ini merupakan yang kedua kali. 

Di akun facebooknya Fentii Fenatha, mahasiswi ini menulis kritikannya.

Bukan hanya tulisan, dipostingan yang diugahnya, pada Minggu (18/4/2021), dia juga menyertakan video dirinya. 

Banyak komentar dari natizen yang mendukung mahasiswi berjilbab ini. Pada umumnya sependapat dengan apa yang disampaikannya.

Jadwal Adzan Magrib untuk Kota Jambi Hari ini, Lengkap dengan Bacaan Berbuka Puasa

Pegawai Pemkab Batanhari Yang Akan Ambil Cuti Lebaran Bakal Dievaluasi

KEBOHONGAN Istri JT Pelaku Penganiayaan Perawat Terkuak, Bukan Owner Perusahaan Kecantikan Ini

Bapak bupati, Maaf bapak saya kritik. Jilid II, itulah awal tulisnya dan juga video yang diugahnya. Berikut inilah isi kritikan yang disampaikannya. 

"Akhir-akhir ini ramai dipemberitaan, perihal penggundulan hutan, galian C ilegal, serta pengelolaan Sumber Daya Alam yang tidak cermat dan kurang hati-hati dalam hal perizinan dan pengawasan. Hal ini tentu menjadi perbincangan yang sangat menyedihkan, terutama bagi masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.
Kapasitas hujan yang tidak terlalu besar dan lama, kini sudah bisa mendatangkan bencana untuk Negeri  yang dijuluki sekepal tanah surga.

Banyak yang tidak menyangka, dataran tinggi menjadi sasaran banjir, secara logika sulit untuk diterima. Namun begitulah faktanya, hutan digunduli tanpa reboisasi, galian c beroperasi tanpa legalitas yang pasti. Apa iya, hanya karna produk ciptaan penguasa hingga hukum menjadi loyo dan tak berstamina? Padahal ada kepastian keselamatan masyarakat yang harus dijadikan prioritas utama, ada kehidupan generasi mendatang yang juga harus diperhitungkan, ada alam yang menderita serta ada rasa malu sebagai kabupaten yang gagal mengelola SDA dan lingkungan hidup dengan baik.

Kecewa, tentu iya! Saat penguasa saling melempar bola, tidak mengelak tapi juga tidak berkata iya. Seharusnya bupati, dewan dan dinas terkait, berbicara secara terbuka; apabila ada kendala sampaikan, apabila yang dikeluhkan masyarakat berbanding terbalik dengan upaya yang dilakukan pemerintah, jelaskan. Setidaknya ada dialog dulu diantara kita, bukan kah kebenaran harus terungkap dan disampaikan pada khalayak umum?

Jika jurus diam sudah menjadi andalan, wallahualam entah bencana sebesar apalagi yang akan menghantam.

Jika permasalahan lingkungan (sampah) saja sudah membuat bapak bertindak serius dan fokus, semoga permasalahan lingkungan yang kita hadapi sekarang bisa membuat bapak bertindak serius, fokus dan tegas. Sudah saatnya komitmen dan kecintaan bapak terhadap lingkungan kami mintai bukti bukan hanya basa-basi.

Belum terlambat untuk memulai aksi sebelum bencana besar tidak lagi bisa diprediksi.

Bapak bupati yang kami hormati, keseriusan Bapak untuk membangun kerinci sedang di uji. Semangat!.(*)

Penulis: Herupitra
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved