Breaking News:

Berita Kota Jambi

Tiba di Jambi, Viyoshi Terpidana Kasus Penipuan Langsung Dieksekusi ke Lapas Perempuan

Selain Ir Viyoshi masih ada beberapa DPO Kejari Jambi yang masih dalam pencarian.

Dedy nurdin
Tiba di Jambi, Viyoshi Terpidana Kasus Penipuan Langsung Dieksekusi Ke Lapas Perempuan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat buron selama hampir tujuh tahun lamanya, Ir Viyoshi terpidana kasus penipuan akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan dari Kejati Jambi dan Kejari Jambi, Selasa siang kemarin. 

Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, Fajar Rudi Manurung melalui Kasi Intel Kejari Jambi, Rusydi Sastrawan mengatakan terdakwa sempat dititipkan di Rutan Kejagung Cabang Kejari Jakarta Selatan. 

Ir Viyoshi ditangkap sekitar pukul 09.00 WIB saat berada di sekitar Perumahan Bintaro Jaya Sektor 2 Tangerang. Rusydi Sastrawan mengatakan terpidana selama ini buron setelah putusan kaksasi Jaksa Penuntut Umum ditingkat Mahkamah Agung dikabulkan tahun 2013 lalu. 

"Dia tidak memenuhi putusan dan buron sejak tahun 2014. Dan baru dapat ditangkap Selasa kemarin," kata Rusydi Sastrawan, Kasi Intel Kejari Jambi, Rabu (14/4/2021) sore. 

Sekitar pukul 16.30 wib, tim Kejari Jambi yang melakukan pengaman dan pengawalan tiba di Jambi. Setelah melakukan serangkaian tes kesehatan, Ir Viyoshi kemudian dibawa ke Lapas Perempuan yang beradi di Kabupaten Muaro Jambi. 

"Putusan Kasasi MA dia (Ir Viyoshi) dihukum satu tahun penjara. Mengenai lamanya yang akan dijalani dan pengurangan selama masa tahanan nanti akan dihitung oleh petugas lapas perempuan," kata Rusydi Sastrawan, Kasi Intel Kejari Jambi. 

Proses penjemputan terpidana dari Jakarta dipimpin langsung oleh Kasi Pidana Umum, I Putu Eka Suyantha. Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1671 K/Pid./2013 membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Jambi Nomor 190/Pid.B/2013/PN.JBI tanggal 09 Okober 2020. 

"tentang perkara tindak Pidana “PENIPUAN”, yang melanggar pasal 378 KUHP dengan pidana penjara selama 1 (Satu) tahun.” kata Rusydi. 

Ir Viyoshi diproses secara hukum sejak Desember tahun 2011 atas laporan kasus penipuan. Ia kenawarkan dan mengiming-imingi korban atas nama Mohammad Fiaz Dahlan dengan keuntungan dalam bisnis pembelian solar Petronas jenis High Speed Doesel D2. Korban M Fiaz Dahlan pun menyerahkan uang senilai USD 62.000 atau setara Rp 908 juta melalui transfer rekening. 

Namun keuntungan dari iming-iming pembelian minyak tersebut tak ditrima oleh korban hingga tiga bulan lamanya. Ir. Viyoshi pun ditetapkan sebagai tersangka. 

Selain Ir Viyoshi masih ada beberapa DPO Kejari Jambi yang masih dalam pencarian. “kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," Pungkasnya. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Tergiur Untung RP 200 Ribu,Kuli Bangunan Harus Bayar Mahal Perbuatannya Dibalik Bui Selama 8 Tahun

Baca juga: Nurma Ungkap Rahasia Camilan Slawi Ayu yang Gurih, Enak Serta Tahan Lama Laris Keras di Pasaran

Baca juga: Pahitnya Omongan Tetangga, Kini Polwan Cantik Briptu Tivany Jadi Kebanggaan Orang Tua

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved