Breaking News:

Mutiara Ramadan

Sabar Berbuah Manis

Menurut M Quraish Shihab, sabar adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atau luhur

TRIBUN JAMBI/IST
H Ramli Abdullah MPdi, Ketua Majelis Penceramah Indonesia (MPI) Provinsi Jambi 

oleh: H Ramli Abdullah, MPdi
Ketua Majelis Penceramah Indonesia (MPI) Provinsi Jambi

ADALAH sebuah kebahagiaan yang teramat besar bagi kita bahwa tahun ini kita dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadan.

Dengan berpuasa pada bulan ini, kita memiliki kesempatan untuk mengasah kesabaran kita.

Sabar (al-shabru), menurut Bahasa Arab artinya menahan diri dari keluh kesah.

Menurut M Quraish Shihab, sabar adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atau luhur. Lawan dari sabar adalah keluh-kesah.

Menurut Sukino, dalam jurnal Konsep Sabar dalam Alquran dan Kontekstualisasinya dalam Tujuan Hidup Manusia, sabar adalah “menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah”.

Dalam konsep sabar yang perlu diterapkan dalam kehidupan manusia, yaitu sabar dalam beribadah, sabar ketika ditimpa malapetaka, sabar terhadap tipu daya dunia, sabar mengendalikan diri supaya jangan melakukan perbuatan maksiat, sabar dalam perjuangan dengan menyadari bahwa ada kalanya perjuangan mengalami masa naik dan masa jatuh.

Melatih kesabaran memang berat dan terkadang pahit, namun buahnya sangat manis.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153:

yā ayyuhallażīna āmanusta’īn bi - abri wa - alāh, innallāha ma’a - ābirīn
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

Halaman
1234
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved