Breaking News:

Berita Sarolangun

Aksi Mahasiswa Sarolangun Soal PETI, Peragakan Teatrikal Bos Hingga Pekerja PETI yang Nyabu

Aksi Demonstrasi itu dalam rangka menyikapi persoalan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih terjadi di Kabupaten Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Aksi mahasiswa Sarolangun soal PETI, mahasiswa peragakan teatrikal bos hingga pekerja peti yang nyabu 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN -Dua Organisasi kepemudaan, Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS) dan Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Batang Asai (PMPB) melakukan aksi Demonstrasi ke Kantor Bupati Sarolangun.

Aksi Demonstrasi itu dalam rangka menyikapi persoalan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih terjadi di Kabupaten Sarolangun

"Hari ini kami GMS dan PMPB, ingin mengajak terkait solusi terbaik dalam menyikapi peti. Kami minta solusi yang bijak terkait persoalan peti ini," kata Sulaiman dalam orasinya, Senin (12/4/2021).

Para pendemo melakukan teaterikal  cerminan aktivitas penambangan emas tanpa izin yang ada di Kabupaten Sarolangun

Dari amatan Tribun Jambi, beberapa mahasiswa tersebut melumuri dirinya dengan lumpur, seperti orang yang sedang melakukan aktivitas PETI dan memperagakan menghisap sabu mencontohkan para pekerja yang mengunakan narkoba, lalu dua orang mahasiswa perempuan memperagakan pekerja nebeng atau mendulang emas, sambil mengayak tanah.

Sedangkan satu orang mengunakan pistol senjata api, seperti orang kepercayaan bos-bos besar yang menjadi kaki tangan kepercayaan para pemodal untuk memonitor aktivitas PETI.

Lalu, salah satu mahasiswa mengunakan jas mengambarkan pemodal aktivitas peti yang menurunkan alat berat tutup mata melihat kerusakan alam yang terjadi dan membuat keributan antara masyarakat dengan masyarakat lainnya tanpa diketahui siapa sebenarnya para pemodal tersebut.

Ketua GMS Muhammad Amerza meminta pemerintah daerah untuk dapat menyelesaikan persoalan peti ini dengan bijak, karena aktivitas Illegal itu sudah bertahan-tahun terjadi dan jelas telah berdampak terhadap lingkungan, sosial masyarakat, dan juga mengancam generasi penerus karena adanya aktivitas transaksi narkoba di lokasi peti. 

"Dampak lingkungan, dampak sosial sudah diketahui bersama. Maka dalam kesempatan ini, saya katakan dengan tegas apa solusi terbaik dari kita semua dalam menyikapi persoalan peti ini," katanya. 

"Kami mahasiswa ingin ada kepercayaan dihati masyarakat terhadap aparat penegak hukum, kami ingin selalu mahasiswa dilibatkan dalam tim terpadu Kabupaten Sarolangun," katanya.
 

--

Baca berita lain terkait Sarolangun

Baca juga: Baru Kenal Satu Bulan Pemuda di Bajubang Gauli Siswi SD, Pelaku Ajak Korban Main ke Kebun Sawit

Baca juga: Pencarian Fahri Bocah Tengelam di Batang Tembesi Dihentikan, Penyusuran Hingga ke Mandiangin

Baca juga: UMKM Kuliner Mas Mono Hadirkan Ayam Bakar Empuk Tanpa di Presto

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved