Kisah Kim Jong Un Ceburkan Jendral ke Dalam Tangki yang Penuh Ikan Piranha

Jenderal tersebut merupakan korban terkini dari sang diktator yang dikenal telah melakukan berbagai eksekusi, termasuk salah satu untusannya di Amerik

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 

TRIBUNJAMBI.COM - Dilansir Mirror, Menteri pendidikan berpangkat tinggi yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan dijatuhi hukuman mati setelah dilakukan penyelidikan mengapa departemennya gagal membuat kemajuan yang memuaskan.

Laporan tentang temuan penyelidikan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, yang dilakukan oleh Organisasi dan Departemen Bimbingan (ODG), dilihat oleh Daily NRK.

Departemen pendidikan Korea Utara tidak melakukan langkah yang cukup untuk menerapkan Undang-Undang Pendidikan Jarak Jauh.

Laporan tersebut mengatakan:

"OGD melakukan penyelidikan karena departemen gagal membuat kemajuan apa pun dan karena beberapa telah mengkritik kebijakan pemerintah."

Tuduhan tersebut juga dilaporkan termasuk anggota departemen yang "mengeluh di setiap pertemuan" tentang pekerjaan mereka, sementara yang lain mempertanyakan kurangnya sumber daya yang disediakan oleh negara.

Para pengawas juga dikatakan menyoroti lambannya penerapan "kebijakan pembelajaran jarak jauh", yang dianggap mengalami kemajuan yang buruk.

Setelah kematian menteri tersebut, departemen telah "diatur kembali" di bawah Ri Guk Chol, presiden Universitas Kim Il Sung, tambah laporan itu.

Baca juga: Ingat Emak-emak yang Ribut dengan Polwan Saat Sidang Rizieq Shihab, Begini Pengakuannya Sekarang

Baca juga: Deddy Corbuzier Akhirnya Buka Suara Soal Hubungan Kalina dan Vicky: Kalau Ikhlas Udah Bukan Hak Saya

Baca juga: Polisi Grebek Pasangan Sesama Jenis di Dalam Mobil, Temukan Pesan Mesrah dari Keduanya

Selain melakukan langkah-langkah baru, "mereka berencana untuk melakukan panggilan konferensi video secara teratur", sebuah sumber menegaskan.

Langkah Eksekusi Mati oleh Kim Jong Un

Eksekusi pejabat dilaporkan bukanlah hal baru bagi Kim Jong Un.

Tahun 2019 lalu, ia dikabarkan telah mengeksekusi salah satu jenderalnya yang diduga merencanakan kudeta.

Jenderal yang tak disebutkan namanya tersebut diberitakan diceburkan ke dalam tanki yang penuh ikan piranha.

Jenderal tersebut merupakan korban terkini dari sang diktator yang dikenal telah melakukan berbagai eksekusi, termasuk salah satu untusannya di Amerika Serikat pada Mei lalu.

Seperti yang diberitakan oleh Daily Mail dari Daily Star, jenderal tersebut dimasukkan ke dalam tanki penuh piranha yang ada di kediaman Kim Jong Un di Ryongsong, Pyongyang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved