Breaking News:

Berita Batanghari

Sebelum Mengenal Aksi Pengeboran Minyak Ilegal, Warga di Bajubang Bekerja Sebagai Petani

Maraknya aktivitas ilegal driling dikedua desa itu sampai-sampai mencuri perhatian aparat kepolisian, untuk melakukan tindakan penegak hukum serta mem

Aryo Tondang
Polda Jambi Tutup 300 Sumur Minyak Ilegal di 40 Hektare Area Lahan di Bungku 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Aksi pengeboran minyak ilegal di Kecamatan Bajubang dilakukan warga berada didua lokasi, pertama di Desa Pompa Air dan kedua, di Desa Bungku.

Maraknya aktivitas ilegal driling dikedua desa itu sampai-sampai mencuri perhatian aparat kepolisian, untuk melakukan tindakan penegak hukum serta memberikan pembinaan terhadap masyarakat.

Saat ini aksi pengeboran minyak ilegal dihentikan oleh petugas gabungan untuk dilakukannya penertiban sebagai upaya memusnahkan sumur-sumur yang diduga masih aktif itu.

Camat Bajubang, Ichwan mengatakan aktivitas ilegal driling itu memang masih dilaksanakan, karena masyarakat betul-betul menggantungkan perekonomiannya melalui aktivitas mengolah minyak hasil pengeboran ilegal itu.

Jauh sebelum adanya aktivitas ilegal driling itu, masyarakat bekerja sebagai buruh tani dan pekerja kebun.

“Karena tidak merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka mereka beralih mengikuti aktivitas ilegal driling untuk menambah pendapatannya,” ujar Ichwan selaku Camat Bajubang, Kamis (8/4/2021).

Camat Bajubang mengatakan jumlah penduduk di Desa Pompa Air ini hampir 2.000 penduduk. Sedangkan di Desa Bungku, data terakhir hampir 12.000 penduduk.

“Di Desa Bungku ada lima dusun. Tapi yang banyak ditemukan aktivitas ilegal driling terdapat di dusun 1, hampir 1.000 masyarakat desa yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas ilegal driling,” ujarnya.

Artinya Pemda Batanghari miliki PR yang amat besar untuk membenahi hal itu.

Sementara pada masing-masing desa ada pola untuk menampung masyarakat pengangguran, misalnya melalui dana desa dan PKTD yang saat ini capai 50 persen.

”Itu bisa digunankan untuk masyarakat yang memang mau kerja, sehingga bisa dicarikan solusi, hanya saja hasilnya tidak sebesar dari aktivitas ilegal driling itu,” katanya.

Ichwan mengaku efek dari aktivitas pengeboran minyak ilegal itu juga ditemukan dibeberapa tempat, atau lebih dikenal lokaai pemasakan.

“Seperti di Desa Sungkai, Desa Mekar Jaya, kemudian tempat pemasakan juga ada di Desa Mekar Sari, Desa Kilangan itu bagian dari Desa Bungku dan Desa Pompa Air, sebagaimana hasil monitoring saya,” pungkasnya.

Baca juga: Jabatan Kepala Baznas Muarojambi Masih Kosong, Berdampak Penyaluran Zakat dan Infaq saat Ramadhan

Baca juga: Duta Besar Myanmar di London Diusir Junta Militer: Saya Dikunci!

Baca juga: Jelang Ramadan, Bupati dan Unsur Forkompimda Tanjabbar Cek Harga di Pasar Tanggo Rajo

Penulis: A Musawira
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved