Breaking News:

Kesra Pemkot Jambi Lakukan Langkah Ini Agar Masjid Tertib Administratif

Hal tersebut seiring dengan instruksi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Waketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi untuk tertibkan masjid

Tribunjambi/Rara
Kamal Firdaus, Kabag Kesra Pemerintah Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kamal Firdaus, Kabag Kesra Pemkot Jambi mengungkapkan administrasi masjid akan dilakukan dengan izin mendirikan bangunan, Rabu (7/4/2021).

Hal tersebut seiring dengan instruksi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Waketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi untuk tertibkan masjid secara administratif, Selasa (6/4/2021).

"Izin yang belum agar kita dorong untuk mengurusnya. Dari sisi kepengurusan yang belum ada SK secara resmi akan kita cek dan akan kita keluarkan SK-nya," sebut Kamal.

Baca juga: Kompol YC Hanya Tertunduk Lesu Saat Diinterogasi Kapolda Riau, Ditangkap Karena Nyabu Dalam Mobil

Baca juga: Prediksi Piala Menpora 2021 Persebaya Incar Juara Grup, Persik Kediri Targetkan ke 8 Besar

Baca juga: Saat Jenderal Sigit Minta Maaf Sudah Keluarkan Telegram Larang Media Tayangkan Kekerasan Polisi

Hal tersebut akan dilakukan, dan berkoordinasi dengan Kemenag Kota Jambi.

Masjid yang tanahnya merupakan tanah wakaf tetapi belum jelas statusnya untuk data secara pasti belum diakurasikan.

Kemudian, nanti akan berkoordinasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang ada di Kemenag.

Karena, katanya, ada dua jenis yang diurus terkait wakaf masjid. Yaitu sertifikat, dan ikrar wakaf.

"Jadi berapa yang sertifikat, dan berapa yang ikrar wakaf nanti akan kita cek," ungkap dia.

Sejauh ini tidak ada gugatan apapun terkait tanah wakaf yang digunakan bangunan masjid, dari pemilik tanah.

Tercatat, masjid sekira 400-500 masjid yang ada di Kota Jambi menurut informasi Bagian Kesra Pemkot Jambi. Jika ditambah dengan musholla yaitu 700-800 bangunan, masjid serta musholla.

Lebih lanjut, kalau belum ada ikrar wakaf. Persyaratan tersebut perlu terlebih dahulu diurus dan diselesaikan.

Jika ikrar wakaf sudah ada, dalam tempo waktu tiga hari urus administrasi masjid selesai.

Sedangkan urusan administrasi mushola dengan masjid hanya berbeda pada SK saja di Kemenag.

"Karena masjid ada klasifikasi masjid kota, kecamatan, serta kelurahan. Tetapi mushola itu, dalam nomenklatur tempat ibadah, dia di luar aturan yang resmi dari kementerian," jelasnya.

Setelah pelatihan manajemen masjid kemarin (6/4/2021), Kamal Firdaus mengatakan manajemen masjid secara menyeluruh bahwa Masjid bukan hanya untuk rumah ibadah, tetapi ada peran sosial dan peran ekonomi.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved