Ramadahan 2021

Apakah Pasien Covid-19 Harus Ikut Berpuasa? Simak Penjelasannya

Jika seseorang diketahui positif terinfeksi virus corona (Covid-19), sangat disarankan bagi mereka untuk berbuka puasa demi menghindari komplikasi.

Editor: Nurlailis
Istimewa
Bagaimana dengan pasien Covid-19 yang muslim, apakah tetap menjalankan puasa atau tidak? 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulan puasa tinggal hitungan hari namun kita masih dihadapkan pada pandemi.

Lalu bagaimana dengan pasien Covid-19 yang muslim, apakah tetap menjalankan puasa atau tidak?

Jika seseorang diketahui positif terinfeksi virus corona (Covid-19), sangat disarankan bagi mereka untuk berbuka puasa demi menghindari komplikasi gangguan kesehatan.

Seperti yang disampaikan Ahli gizi di Aster Hospital Mankhool Uni Emirat Arab (UEA), Sushma Ghag.

"Virus Covid-19 telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia dan menewaskan ribuan orang, terutama penderita immunodeficiency. Menjaga kebersihan yang baik dan sistem kekebalan yang kuat dianggap sebagai tindakan pencegahan yang efektif untuk melawan virus ini," kata Ghag.

Baca juga: Keburukan Mutasi Baru Virus Covid-19 yang Ada di Indonesia, Pasien Sembuh Bisa Kembali Terinfeksi

Ia kemudian menambahkan bahwa melakukan kegiatan olah raga modern dan mengkonsumsi nutrisi yang tepat juga menjadi faktor terpenting dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Sementara itu Dokter Umum di Klinik Aster Abu Shagarah, Dr Haris Chundiyan Moochi mengatakan vaksin Covid-19 bisa dilakukan saat berpuasa karena tindakan ini tidak akan membatalkan puasa.

Namun, jika seseorang mengalami demam atau gejala lain setelah melakukan vaksinasi saat berpuasa, maka mereka dianjurkan berbuka puasa dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perhatian dan pengobatan yang diperlukan.

"Lebih baik tidak memaksakan diri berpuasa saat anda terdeteksi positif Covid-19 dan bergejala, karena anda mungkin perlu mengkonsumsi obat untuk menangani gejalanya. Jika seseorang positif Covid-19 tanpa gejala, mereka dapat terus berpuasa," kata Dr Moochi.

Baca juga: Tradisi Jelang Puasa Ramadhan - Punggahan, Padusan, Festival Ela-ela, Dugderan, Bagarakan Sahur

Sedangkan menurut Sushma, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa berpuasa dapat berpengaruh positif terhadap sistem kekebalan tubuh.

"Sudah banyak penelitian tentang pengaruh ramadan terhadap sistem kekebalan tubuh, yang menunjukkan bahwa puasa dapat memulihkan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun dalam tubuh manusia merupakan komponen yang terdiri dari sel dan molekul yang berperan dalam pertahanan terhadap infeksi," papar Sushma.

Dikutip dari laman Khaleej Times, Selasa (6/4/2021), berpuasa setidaknya selama tiga hari memungkinkan tubuh untuk mulai memproduksi sel darah putih baru.

Sel darah putih baru inilah yang akan meremajakan sistem kekebalan untuk melawan infeksi.

Baca juga: Hukum Tidak Mengerjakan Puasa Ramadhan bagi Seorang Muslim, Ini Penjelasan Ustaz Adi hidayat

Penelitian telah menunjukkan banyaknya manfaat jika seseorang berpuasa.

"Mengingat saat ini pandemi Covid-19, kita harus bisa menjaga daya tahan tubuh kita agar kuat selama berpuasa. Jadi, memastikan kalori yang cukup saat sahur dan berbuka puasa sangatlah penting," kata Sushma.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved