Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Husni Jamal dan Keuletannya Menginventarisasi Kosakata Bahasa Jambi Seberang

Setiap hari selama sepuluh tahun, Husni Jamal menginventarisasi kosakata bahasa masyarakat yang berada di Seberang Kota Jambi.

tribunjambi/wawan kurniawan
Husni Jamal (kanan) saat diwawancara Tribun Jambi 

Husni: Saya sebutlah ini bahasa Jambi Seberang. Kota Jambi ini kan terdiri dari dua wilayah; yang berada di utara Sungai Batanghari dan di wilayah selatan Sungai Batanghari.

Dulu, orang yang bermukim di wilayah selatan itulah sebenarnya penduduk asli Kota Jambi. Dulu perkampungan yang tumbuh di sebelah selatan sana. Mereka menyebut diri sebagai orang seberang. Maka dikenallah daerah itu dengan nama Jambi Seberang.

Dulu, kawasan yang saat ini menjadi kawasan ramai mereka sebut pasar.

Ada orang seberang, ada orang pasar. Orang pasar ini sebagian besar pendatang, mereka membawa bahasa mereka. Jadi, bahasa yang biasa dibawa orang-orang di Kota Jambi itu sebenarnya bahasa orang pendatang.

Ada kecenderungan anak-anak muda Seberang itu merasa malu menggunakan bahasa Seberang, karena mereka merasa bahasa Seberang itu 'kampungan'. Apa lagi mereka rata-rata sekolahnya di daerah pasar, sehingga mereka ikut juga menggunakan bahasa pasar.

Setelah saya amati, orang Seberang sendiri banyak kosakatanya tidak dipakai lagi

. Saya khawatir kalau dibiarkan bahasa ini akan hilang. Itu kan, salah satu ciri-ciri bahasa akan punah. Karena tidak digunakan, bahasa itu akan punah. Karena itulah saya pikir, saya harus coba inventarisiasi Bahasa Jambi Seberang ini.

Saya masukkan ke blog saya, agar pihak-pihak terkait, ilmuan, akademisi, ahli bahasa, sampai masyarakat Jambi Seberang sendiri bisa berkontribusi, bisa mengkritik kompilasi saya ini; apakah benar dengan yang sesungguhnya atau tidak.

Menarik mengulik pernyataan Bapak mengenai adanya anak muda Seberang yang bergaul di lingkungan pasar, kemudian pulang ke Seberang dengan membawa dialek pasar. Bagaimana maksudnya, dan apa sampai sekarang itu masih terjadi?

Husni: Iya (masih terjadi). Yang lebih memprihatinkan lagi, orang Seberang punya bahasa halusnya: bebahaso (berbahasa, red). Mereka menggunakan bahasa bahasa halus, seperti kromo dalam istilah orang Jawa, walau kosa katanya tidak begitu banyak seperti di Jawa.

Halaman
1234
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved