Breaking News:

Berita Sarolangun

Aksi Demo Organisasi Mahasiswa Sarolangun Menilai Aparat dan Pemerintah Tidak Tegas Berantas PETI

Fadhil Kusairi kordinator aksi didampingi organisasi mahasiswa dan pemuda Sarolangun menuntut aparat segera mengeluarkan alat berat

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Aksi demo organisasi mahasiswa Sarolangun menilai aparat dan pemerintah tidak tegas berantas PET 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Aksi demonstrasi lintas organisasi mahasiswa Sarolangun di persimpangan empat Sarolangun menuntut aparat penegak hukum dan pemerintahan memberantas kegiatan PETI.

Fadhil Kusairi kordinator aksi didampingi organisasi mahasiswa dan pemuda Sarolangun menuntut aparat segera mengeluarkan alat berat yang beroperasi di kecamatan Limun, tepat di Sungai Sipa dan Sungai Limun.

"Itu yang beroperasi bebas menambang emas di lokasi Sungai Sipa hingga Limun di angka 30 alat berat," katanya, Selasa (6/4/2021).

Para organisasi mahasiswa tersebut menegaskan kepada pihak pemerintah dan aparat agar hari ini alat berat tersebut keluar dari hutan di kecamatan Limun. Pihaknya juga menilai aparat dan pemerintah tidak tegas dalam melakukan pemberantasan PETI.

"Apapun alatnya itu keluar dulu menjelang kita bahas izin pertambangan rakyat ini, itu permintaan kami," tegasnya.

Negosiator dari PMII Sarolangun, Rio mengatakan, pihaknya sudah melihat undang - undang yang telah di sahkan oleh pemerintah pusat pada 2020 tentang WPR, IPR dan Minerba. Pihaknya sebagai pemuda di Sarolangun sangat kecewa pada pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum di Sarolangun sebab tak menjalankan hak tersebut.

"Secepatnya ini harus diberlakukan, kami yakin kalau undang - undang ini diberlakukan, maka tidak ada lagi masyarakat yang ter - marjinalkan dari tambang ilagel," katanya.

Selain itu, mahasiswa tersebut menceritakan soal penindakan yang dilakukan beberapa bulan lalu oleh aparat dan pemerintah belum maksimal dan belum ada kepastian. Sebab alat yang ditindak tersebut masih beroperasi.

Ujung dari demonstrasi lintas organisasi mahasiswa Sarolangun tersebut,  berujung pada audiensi anatar mahasiswa dan aparat kepolisian serta Kesbangpol.

Mahasiswa menuntut agar bertemu pemangku kebijakan di Sarolangun dalam hal ini aparat penegak hukum kepolisian Sarolangun, Dandim Sarko, Bupati Sarolangun, ketua DPRD dan semua elemen yang tergabung di Forkompinda Sarolangun.

Berbeda, Kompol Ayani Waka polres Sarolangun mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan aksi yang digelar oleh organisasi mahasiswa Sarolangun.

"Kita sudah melakukan pengamanan, kita akan adakan pertemuan antara organisasi mahasiswa dan Forkompinda membahas hal itu."

"Tuntutan mereka soal penertiban PETI, kami bersama dan Forkompinda sudah melakukan penertiban PETI, nanti kami akan bertemu mahasiswa dan apa nanti kegiatan yang tepat untuk menindak peti yang ada di Sarolangun," jelasnya usai demo organisasi mahasiswa.

Ia menambahkan, Polres Sarolangun serta jajaran Polsek melibatkan personil hingga 120 anggota kepolisian serta satu mobil water Canon, untuk mengamankan 20 orang yang melakukan aksi demonstrasi tersebut.

Baca juga: Bentrok Masyarakat dengan PT KBPC Berlanjut, Bupati Diminta Bertindak

Baca juga: Cegah Konflik Sosial Korem 042/Gapu Gelar Bhinkom AGHT

Baca juga: DPRD Provinsi Jambi Harap Rencana Pembangunan Unit Sekolah Baru Tetap Dilanjutkan

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved