Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kesaksian Tetangga atas Penagkapan Terduga Teroris: Kalau Ada Acara Aksi Dia Nutup Bengkel

Penggerebekan dan penangkapan itu di Kampung Kandang RT 007/RW 04 Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
(Shutterstock)
Ilustrasi Terorisme. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan bengkel kontrakan terduga teroris.

Penggerebekan dan penangkapan itu di Kampung Kandang RT 007/RW 04 Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3/2021) pagi.

Penangkapan terduga teroris tersebut tak disangka warga setempat.

Sejauh ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan terduga teroris tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari ini, Sejumlah Wilayah Diperkirakan Mengalami Hujan Lebat Disetai Petir

Baca juga: Diselingkuhi Istri Selama 2 Tahun, Saat Digrebek Ngaku Cuman Curhat, Suami: Wow Curhat Kok di Kamar

Baca juga: Saat Tertidur, Celana Dalam Wanita ini Tiba-tiba Sobek, Ternyata Ada Sosok Menggerayangi Tubuhnya

Kata Tetangga, Terduga Teroris di Bekasi Tutup Bengkel Saat Ikut Aksi 212
(Warta Kota/Muhammad Azzam)Polisi berjaga di bengkel kontrakan terduga teroris di Kampung Kandang RT 07/04 Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3/2021). 

Tetangga kontrakan terduga teroris, Aris (50) mengaku terkejut atas kejadian penangkapan terduga teroris di wilayahnya.

"Kaget aja sih, orang kita kemarin itu lagi layanin orang yang belanja tiba-tiba polisi pakaian preman sama Brimob pada dateng, ada apa ya?" katanya, Selasa (30/3/2021).

Lokasi penangkapan terduga teroris itu merupakan bengkel mobil berikut satu rumah kontrakan di belakang bengkel mobil.

Bengkel mobil itu bernama Bengkel Sinergy Motor.

Bengkel mobil tersebut dioperasikan oleh dua pria bernama Agus dan Amir.

"Ada dua orang yang di sini, Agus itu montirnya kalau Amir yang bantuin. Kalau pemilik bengkelnya itu Yanto. Yang kemarin ditangkap itu Amir," katanya.

Agus merupakan montir utama yang sejak awal sudah bekerja di bengkel tersebut.

"Kalau yang bantuin gonta-ganti, Agus yang dari awal, kalau Amir agak baru," ujarnya.

Aris membuka toko sparepart mobil tepat di bengkel mobil terduga teroris.

Dia mengaku, tidak terlalu mengetahui kegiatan lainnya selain pelaku terduga teroris itu menjadi montir di bengkel tersebut.

"Kalau sehari-hari biasa aja sih, dia kan sering belanja sparepart juga di tempat saya, udah paling sebatas itu aja," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved