Breaking News:

Berita Bungo

Aktivitas PETI di Bungo Marak Pengepul Emas Menjamur di Pinggir Jalan Tanpa Rasa Takut

Selain ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) aktivitas ini juga didukung oleh banyaknya ketersediaan suku cadang atau peralatan tambang

TRIBUN JAMBI
Ilustrasi. Emas ilegal 

TRIBUNJAMBI.COM,BUNGO -- Meski pihak kepolisian terus melakukan penindakan terhadap kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), namun tak menyurutkan niat penambang untuk melakukan kegiatan tersebut. Aktivitas tersebut masih terus dilakukan.

Selain ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) aktivitas ini juga didukung oleh banyaknya ketersediaan suku cadang atau peralatan tambang, seperti karpet, spiral, paralon dan sebagainya.

Tak hanya itu, kegiatan ilegal ini juga tak luput dari dukungan pembeli emas hasil tambang tersebut. 

Di Bungo, menjamur pengepul atau pembeli emas hasil tambang. Warga setempat menyebut jika kegiatan ini dinamakan melebur atau membakar.

Seperti di Sungai Arang, Kerikil, Pulau Pekan, Tanjung Agung, Dusun Tebat, Dusun Baru dan seterusnya. Di daerah tersebut puluhan orang pembakar emas bertebaran dengan membuka toko di pinggir pinggir jalan lintas tanpa rasa takut. Dari pengakuan para pembakar ini mereka memiliki bos besar yang juga berdomisili di Bungo.

"Kalau sekarang ada IK, dulu dengan Uda E, kakak IK, tapi sekarang IK yang pegang. Selain itu ada juga uda Gindo toko mas Berkah Mulia yang ada di toko panjang. Selain itu masih banyak pembeli besar lainnya," ungkap pengepul atau pembakar emas hasil PETI.

Menurut dia, mereka yang berada dipasar ini merupakan anak buah atau kaki tangan saja.

Terpisah IK yang di konfirmasi via telpon tak Membantah jika dirinya seorang pembeli emas hasil PETI. Namun dirinya menpik jika seorang pembeli emas dengan partai besar. Menurut dia, kegiatan ini dilakukan oleh beberapa orang

"Iya, tapi kita kerjasama dengan I dan F," kata IK.

Hal yang sama juga diakui oleh Gindo pemilik toko mas Berkah Mulia. Ketika dikonfirmasi Gindo mengakui dirinya salah satu pembeli emas hasil PETI. Namun, ia mengaku masih termasuk partai kecil sebagai pembeli di wilayah Bungo.

"Benar, saya cuma belanja di toko. Palingan untuk pembelian 10 sampai 20 gram. Saya juga cuma minta DO dengan Sempoyong. Sempoyong yang punya, uda hanya menjalnkan. Palingan uda dikasi DO cuma 1 ons seminggu oleh Sempoyong ," ucap Gindo. (*)

Baca berita lain terkait PETI di Bungo

Baca juga: Siswa SMAN 7 Kota Jambi Jadi Korban Penganiayaan Kadisdik Provinsi Jambi Turun Tangan

Baca juga: Penyelesaian Batas 99 Desa di Kabupaten Batanghari Masih Menggantung Ini Kata Kadis

Baca juga: Arya Saloka Bereaksi dengar Pernyataan Amanda Manopo Soalnya, Pemeran Al: Maaf Ibu Menghina Saya?

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved