Wawancara Eksklusif
WAWANCARA EKSKLUSIF Tersangka Investasi Share Result, 'Kalau Tahu Saya Tak Bakal Teruskan'
Kisah RJ mulai bergelut di dunia investasi ini diungkapkannya dalam petikan wawancara berikut.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
RJ: Dua hari sebelum penangkapan. Dia transfer, fee saya dengan fee anak-anak (yang buka rekening).
Tribun: Sebelum berkecimpung di investasi ini, apa pekerjaan Anda sehari-hari?
RJ: Saya jual makanan online, selama pandemi. Sebelumnya, jual makanan online dan offline. Kudapan, chinese food, roti, ganti-gantilah.
Tribun: Saat penangkapan kemarin Anda sedang di mana, dan bagaimana kronologi penangkapannya?
RJ: Saya sedang di rumah, dengan istri saya. Kejadiannya awalnya atas nama pemilik rekening (Umi), yang punya ATM, yang kena tangkap. (Tugas) Saya kan disuruh mencari orang untuk membuka ATM atas nama orang lain. Umi kena tangkap, baru dia ke rumah. Dia hanya sebagai saksi. Di situ saya memang tidak tahu (SR). Orang tua saya ada di Malaysia. Sampai hari ini (pascapenangkapan) saya belum komunikasi. Saya baru tahu SR di Jambi. Kalau tahu tidak bakal saya teruskan.
Tribun: Apa pelajaran yang bisa Anda petik dari kasus ini?
RJ; Harus lebih berhati-hati dalam investasi. Saya merasa sebagai korban juga. Saat ini sudah didampingi pengacara. Saya hanya kontak dengan istri saya. Apa lagi saat ini dia juga sedang hamil. Mudah-mudahan lahir dengan sehat dan selamat.
Tribun: Apa yang ingin Anda sampaikan kepada para korban?
RJ: Saya menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya. Mereka juga marah ke saya. Kita harus lebih berhati-hati di media, di aplikasi. Saya juga berharap semoga kasus ini cepat terbongkar.