Breaking News:

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Tersangka Investasi Share Result, 'Kalau Tahu Saya Tak Bakal Teruskan'

Kisah RJ mulai bergelut di dunia investasi ini diungkapkannya dalam petikan wawancara berikut.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/aryo tondang
Pelaku investasi bodong Share Result (SR) yang ditangkap Anggota Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil meringkus 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ditangkap awal Maret 2021 lalu, tersangka perkara dugaan investasi bodong, RJ kini mendekam di ruang tahanan. Warga Jember, Jawa Timur ini diduga menjadi orang yang berperan membuat rekening yang terdaftar dalam aplikasi Share Result (SR).

Data yang Tribunjambi.com peroleh, total 385 orang yang mengaku tertipu investasi bodong ini, 349 di antaranya berada di Provinsi Jambi. Total kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 2,1 miliar.

Kisah RJ mulai bergelut di dunia investasi ini diungkapkannya dalam petikan wawancara berikut.

Tribun: Bagaimana awal mula Anda terlibat dalam investasi ini?

RJ: Awalnya dari orang tua, mengenalkan saya dengan R, di Malaysia. November 2020, R menghubungi saya, ajak kerja sama untuk bikin ATM atas nama orang lain, untuk bisnis online dia dan untuk menyimpan uang.

Dari situlah, akhirnya saya coba sendiri, seperti apa yang dia mau. Setelah saya bikin atas nama saya, dia minta lagi. Setelah itu saya cari teman namanya Umi dan Ardian. Setelah itu saya bikin, setelah jadi saya kirim ke bos saya. Awalnya tiga rekening. Kemudian ada lagi diminta. Total ada 15 rekening yang dibuat, tapi ada sebagian yang tidak bisa dipakai.

Tribun: Awal dihubungi R, dia langsung mengenalkan Share Result?

RJ: Awalnya dia tidak mengenalkan SR, hanya meminta mencarikan orang untuk membuat ATM. Dia bilang untuk menyimpan uang, untuk bisnis online dia di luar negeri. Uang buka rekening pertama dari dia. Rp 500 ribu. Setelah itu rekening saya digunakan.

Tribun: Jadi, awal mulanya bos Anda tidak mengenalkan SR. Anda tidak merasa ada kejanggalan selama bisnis?

RJ: Mulai ada yang janggal itu sejak ATM saya diblokir pihak bank, awal tahun 2021. Itu saya tidak tahu kenapa. Saat itu saya juga belum tahu SR itu. Pas diblokir, dia bilang karena pihak bank tidak mau buka (blokir rekening). Dia bilang tidak ada masalah. Dia hanya pakai buat jual beli online antarnegara, seperti Cina, Singapura. Dia bilang untuk judi online juga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved